Apakah Inflasi AS Menurun atau Data Telah Dimanipulasi?
https://parstoday.ir/id/news/world-i182552-apakah_inflasi_as_menurun_atau_data_telah_dimanipulasi
Pars Today - Rilis angka inflasi baru di AS bukan hanya tidak meredakan kekhawatiran tentang harga tinggi dan tekanan hidup, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius tentang keandalan dan keakuratan data resmi karena penundaan yang disebabkan oleh penutupan pemerintah federal.
(last modified 2025-12-19T16:26:30+00:00 )
Des 19, 2025 15:55 Asia/Jakarta
  • Inflasi di AS
    Inflasi di AS

Pars Today - Rilis angka inflasi baru di AS bukan hanya tidak meredakan kekhawatiran tentang harga tinggi dan tekanan hidup, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius tentang keandalan dan keakuratan data resmi karena penundaan yang disebabkan oleh penutupan pemerintah federal.

Menurut laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Kamis (18/12/2025), indeks harga konsumen naik 2,7 persen pada bulan November dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Tingkat yang tetap di atas target 2 persen Federal Reserve dan terus memicu ketidakpuasan publik terhadap tingginya biaya hidup.

Laporan itu tertunda karena penutupan pemerintah federal, dan para ahli mengatakan kurangnya data lengkap untuk bulan Oktober membuat sulit untuk menilai tren inflasi secara akurat dan melakukan perbandingan bulanan.

Associated Press menulis, "Pemerintah AS mengumumkan bahwa inflasi dan harga konsumen di negara itu secara tak terduga menurun pada bulan November, tetapi laporan itu tertunda karena penutupan pemerintah federal dan beberapa datanya mungkin telah dimanipulasi."

Seorang manajer senior di perusahaan jasa keuangan dan perbankan multinasional Amerika, Goldman Sachs memperingatkan dalam hal ini bahwa data November "tergantung pada fluktuasi statistik".

Menurutnya, kegagalan merilis laporan Oktober menghilangkan kemungkinan perbandingan bulanan dan proses pengumpulan data yang terbatas selama penutupan pemerintah dapat membiaskan data itu.

Tanda-tanda peringatan tentang ekonomi AS

Sementara itu, jaringan berita ABC AS mengumumkan, "Terlepas dari penurunan inflasi secara keseluruhan, harga beberapa barang konsumsi terus meningkat. Harga kopi meningkat hampir 19 persen pada bulan November dibandingkan tahun lalu, dan harga daging sapi juga meningkat sekitar 16 persen."

Beberapa analis mengatakan ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda peringatan dalam data baru ini. Biro Statistik Tenaga Kerja AS sebelumnya telah mengumumkan bahwa pemerintah federal hanya merilis sebagian data harga Oktober dan tidak dapat memberikan kenaikan harga penuh untuk bulan itu karena kurangnya data selama penutupan pemerintah.

Data inflasi terbaru ini muncul pada saat kritis bagi perekonomian AS, periode yang ditandai dengan lambatnya penciptaan lapangan kerja dan tekanan inflasi yang terus-menerus.

Kenaikan harga energi dan listrik di AS

NBC News juga melaporkan bahwa harga energi telah naik 4,2 persen selama 12 bulan terakhir. Indeks listrik juga telah naik 6,9 persen selama setahun terakhir.

Riset NBC News menunjukkan bahwa warga Amerika terus melihat inflasi dan kenaikan biaya hidup sebagai masalah ekonomi terbesar mereka. Dalam jajak pendapat baru-baru ini, 44 persen warga Amerika mengatakan "inflasi dan kenaikan biaya hidup" adalah masalah ekonomi terpenting mereka.(sl)