Demonstrasi Pro-Palestina di Inggris Memrotes Tekanan Keamanan Pemerintah
https://parstoday.ir/id/news/world-i182644-demonstrasi_pro_palestina_di_inggris_memrotes_tekanan_keamanan_pemerintah
Pars Today - Ribuan warga Inggris di berbagai kota di seluruh negeri dan dalam aksi protes, sambil menyatakan solidaritas dengan rakyat Palestina, mengutuk kebijakan London yang membatasi protes dan mendukung rezim Zionis.
(last modified 2025-12-20T14:33:26+00:00 )
Des 20, 2025 21:31 Asia/Jakarta
  • Demonstran pro-Palestina di Inggris
    Demonstran pro-Palestina di Inggris

Pars Today - Ribuan warga Inggris di berbagai kota di seluruh negeri dan dalam aksi protes, sambil menyatakan solidaritas dengan rakyat Palestina, mengutuk kebijakan London yang membatasi protes dan mendukung rezim Zionis.

Aksi unjuk rasa pada hari Sabtu (20/12/2025) oleh warga Inggris di kota-kota seperti Glasgow, Manchester, dan Oxford diadakan di tengah meningkatnya tekanan keamanan terhadap aktivis dan demonstran pro-Palestina dalam beberapa pekan terakhir.

Di Glasgow, para demonstran membawa bendera Palestina dan plakat yang mendukung para tahanan, mengutuk kejahatan rezim Zionis. Di Manchester, aksi unjuk rasa diadakan dengan slogan "Akhiri pengepungan Gaza" dan menyerukan diakhirinya dukungan Barat untuk Israel. Di Oxford, para demonstran menekankan penanganan akar krisis domestik sambil menghadapi sayap kanan dan Islamofobia.

Gerakan-gerakan ini terjadi pada saat polisi Inggris, setelah kelompok "Aksi Palestina" dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris, mulai memberikan respons tegas terhadap setiap ekspresi dukungan untuk kelompok tersebut dan telah menangkap ratusan orang hingga saat ini.

Pendekatan ketat polisi dalam menangani slogan-slogan seperti "Intifada" juga dikritik oleh organisasi masyarakat sipil dan pengacara, yang menganggapnya sebagai pembatasan hak hukum untuk berunjuk rasa. Pada saat yang sama, mogok makan beberapa tahanan dalam kasus ini telah meningkatkan kekhawatiran tentang kondisi kemanusiaan di penjara.

Protes yang sedang berlangsung di Eropa ini terjadi pada saat serangan rezim Israel terhadap Gaza terus berlanjut secara sporadis meskipun telah diumumkan gencatan senjata.

Menurut statistik dari Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, jumlah martir Palestina sejak Oktober 2023 telah melebihi 70.000 dan lebih dari 171.000 orang terluka, yang menunjukkan kedalaman bencana kemanusiaan di Gaza dan perlunya penghentian kekerasan tanpa syarat.(sl)