Wall Street Journal: Eropa Khawatirkan Eskalasi Ketegangan dengan Rusia
https://parstoday.ir/id/news/world-i182674-wall_street_journal_eropa_khawatirkan_eskalasi_ketegangan_dengan_rusia
Sumber media Amerika Serikat menulis bahwa meningkatnya perpecahan di antara negara-negara Eropa terkait pemberian bantuan keuangan kepada Ukraina, kegagalan mencapai kesepakatan dalam pertemuan terbaru mengenai penggunaan aset Rusia yang dibekukan untuk pemberian pinjaman kepada Ukraina, serta pembebanan biaya tersebut kepada para pembayar pajak Eropa, mencerminkan ketakutan negara-negara Eropa terhadap eskalasi konflik dengan Rusia.
(last modified 2026-02-07T17:00:51+00:00 )
Des 21, 2025 15:30 Asia/Jakarta
  • Wall Street Journal: Eropa Khawatirkan Eskalasi Ketegangan dengan Rusia

Sumber media Amerika Serikat menulis bahwa meningkatnya perpecahan di antara negara-negara Eropa terkait pemberian bantuan keuangan kepada Ukraina, kegagalan mencapai kesepakatan dalam pertemuan terbaru mengenai penggunaan aset Rusia yang dibekukan untuk pemberian pinjaman kepada Ukraina, serta pembebanan biaya tersebut kepada para pembayar pajak Eropa, mencerminkan ketakutan negara-negara Eropa terhadap eskalasi konflik dengan Rusia.

Negara-negara Eropa akhirnya menyetujui pemberian pinjaman sebesar 105 miliar dolar AS kepada Kyiv tanpa mencapai kesepakatan mengenai penggunaan aset Rusia yang dibekukan untuk mendanai Ukraina.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip The Wall Street Journal, langkah ini menunjukkan bahwa perpecahan di antara negara-negara Eropa terkait dukungan terhadap Ukraina sejak awal perang semakin melebar, dan benua ini menghadapi tantangan serius dalam mempertahankan kewibawaannya ketika berhadapan dengan Rusia.

Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, para pemimpin negara-negara Eropa menyatakan bahwa penggunaan aset milik negara berdaulat dapat menciptakan preseden berbahaya, dan tidak ada jaminan keberhasilan atas skema kompleks yang telah disiapkan Uni Eropa.

Para pendukung Barat Ukraina, yang sebelumnya ragu untuk mengirimkan persenjataan militer canggih karena khawatir terhadap meluasnya konflik, kini menyalahkan Kyiv atas serangan jarak jauh ke wilayah Rusia. Negara-negara tersebut memang telah memberlakukan sanksi luas terhadap Moskow, namun tidak sampai pada tingkat yang dapat memicu konfrontasi langsung dengan Rusia atau memperburuk perang ekonomi dengan China.

Dalam lanjutan laporan disebutkan bahwa lembaga keuangan Euroclear di Belgia menjadi tempat penyimpanan sekitar dua pertiga dari total aset Bank Sentral Rusia senilai 300 miliar dolar AS (pada awal perang). Namun demikian, Brussel menentang rencana Uni Eropa tersebut karena kekhawatiran terhadap potensi krisis ekonomi jika gugatan hukum terhadap kebijakan tersebut berhasil. Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa rencana Uni Eropa gagal karena “keputusan yang melibatkan perampasan uang milik pihak lain selalu sulit dilakukan.”

Membiayai Ukraina dengan Pajak Warga Eropa, Bukan dari Aset  Rusia

Media Amerika tersebut menambahkan bahwa para pejabat Uni Eropa, termasuk Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Kanselir Jerman Friedrich Merz, bermaksud menyita sekitar 90 miliar euro dana Rusia sebagai jaminan pinjaman bagi Ukraina, yang sekaligus akan menghukum Rusia dan mengurangi beban keuangan Uni Eropa. Namun pada kondisi saat ini, para pembayar pajak Eropa harus menanggung langsung biaya perang Ukraina.

The Wall Street Journal, mengutip pandangan para analis yang menilai bahwa “langkah semacam ini dalam konteks perang yang sedang berlangsung menggambarkan prospek yang sangat buruk,” menulis bahwa hasil pertemuan para pemimpin Eropa menunjukkan betapa sulitnya memperoleh dukungan politik di antara negara-negara tersebut untuk pembagian beban biaya.

Media tersebut juga memprediksi bahwa permasalahan terkait besaran dan mekanisme bantuan kepada Ukraina akan semakin memburuk di masa mendatang, terutama dengan adanya penolakan dari negara-negara seperti Hungaria, Slovakia, Republik Ceko, dan Belgia.(PH)