Peringatan Maduro: Diam atas kejahatan AS akan Menciptakan Konfrontasi Global
-
Presiden Nicolas Maduro
Pars Today - Presiden Venezuela menuduh Amerika Serikat membunuh 104 warga sipil di luar hukum dalam serangan angkatan laut dan mengerahkan kapal selam nuklir di wilayah ini, serta melanggar perjanjian internasional.
Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil, membacakan surat resmi dari Presiden Nicolas Maduro yang dikirim ke 194 negara anggota PBB menyatakan, "Operasi Tombak Selatan" Washington, yang dilakukan dengan dalih memerangi narkoba, telah berubah menjadi pembunuhan terorganisir.
Menurut dokumen Kementerian Luar Negeri Venezuela, pasukan AS telah melakukan 28 serangan bersenjata terhadap kapal-kapal sipil dalam tiga bulan terakhir, yang mengakibatkan kematian 104 orang. Tindakan ini disebut sebagai "pembajakan modern" dan pelanggaran Konvensi Jenewa.
Bagian lain dari surat itu juga merujuk pada militerisasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan oleh Amerika Serikat, yang mencakup penempatan kapal selam nuklir di lepas pantai Venezuela sejak 14 Agustus.
Caracas menganggap tindakan ini sebagai ancaman langsung dan pelanggaran terhadap "Perjanjian Tlatelolco", yang melarang keberadaan senjata nuklir di Amerika Latin dan Karibia.
Surat presiden Venezuela itu memperingatkan bahwa blokade energi Venezuela men-destabilisasi pasar minyak global dan menekankan bahwa energi tidak boleh digunakan sebagai senjata perang.
Menekankan pengaktifan mekanisme sanksi terhadap pejabat AS, Nicolas Maduro memperingatkan bahwa keheningan global dalam menghadapi peristiwa ini dapat menyebabkan konfrontasi global dengan dimensi yang tidak dapat diprediksi.(sl)