Apakah Krisis Tenaga Kerja Konsekuensi Kebijakan Migrasi AS?
-
Imigran di AS
Pars Today - Menurunnya migrasi ke Amerika Serikat telah memperburuk kekurangan tenaga kerja di sektor-sektor kunci seperti pertanian, perawatan kesehatan, dan pendidikan. Situasi ini memiliki konsekuensi keamanan dan ekonomi yang luas.
Kebijakan migrasi AS, yang dulunya mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing negara, kini telah menjadi faktor penyebab kekurangan tenaga kerja, krisis layanan kesehatan, dan penurunan posisi ekonomi AS di kancah global dengan pembatasan dan aturan baru.
Dalam sebuah laporan, New York Times meneliti konsekuensi dari kebijakan migrasi ketat pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan menggambarkan Amerika yang bergerak menuju imigrasi mendekati nol.
Hanya setahun setelah penindakan terhadap imigrasi dimulai, dampak kebijakan ini sudah terlihat di seluruh Amerika Serikat. Kekurangan tenaga kerja di sektor-sektor seperti konstruksi, pertanian, dan perawatan kesehatan, penurunan aktivitas sosial dan budaya di lingkungan imigran, dan gangguan terhadap perekonomian kota-kota kecil dan daerah pedesaan.
Dengan menaikkan biaya visa, mengurangi secara drastis penerimaan pengungsi dan mahasiswa asing, mencabut status penduduk sementara, dan mendeportasi ratusan ribu orang, pemerintahan Trump secara efektif menutup Amerika dari dunia. Meskipun proporsi populasi imigran masih tinggi, Gedung Putih bertujuan untuk kembali ke pola tahun 1920-an, periode ketika pembatasan ketat mengurangi migrasi bersih hingga nol.
Krisis tenaga kerja perawatan kesehatan di negara bagian miskin dan menua
Hampir seperlima posisi perawat saat ini kosong di West Virginia, sebuah negara bagian dengan populasi yang lebih tua, lebih sakit, dan lebih miskin daripada kebanyakan negara bagian lain, dan negara bagian ini juga akan menghadapi kekurangan dokter yang serius dalam beberapa tahun mendatang. Sepertiga dokter di West Virginia adalah lulusan sekolah kedokteran dari luar Amerika Serikat, tetapi pilihan itu semakin terbatas.
“Kami kehilangan dua ahli jantung karena mereka khawatir visa mereka tidak akan diperbarui dan, bahkan jika bisa, mereka tidak akan bisa tinggal di sini secara permanen,” kata Goldberg, seorang pejabat distrik. “Mereka pergi ke tempat lain.”
Pengurangan Karyawan Restoran
Dan Simpson, CEO Taziki sebuah jaringan restoran Mediterania di Tenggara, telah menghadapi pengurangan karyawan sejak awal tahun. Bukan hanya pencuci piring dan koki, tetapi juga manajer dan asisten manajer yang datang ke Amerika Serikat dengan gelar pendidikan tinggi.
Meskipun ia khawatir tentang dampaknya pada bisnisnya sendiri, ia percaya bahwa kerusakannya bisa jauh lebih besar. “Jika Anda mundur dan melihatnya,” katanya, “masalah yang lebih besar adalah kita merusak citra merek Amerika.”
Imigran: Mesin Penggerak Pendidikan dan Kewirausahaan
Mahasiswa internasional membayar biaya kuliah penuh di banyak universitas Amerika, yang membantu menutupi biaya dasar dan meluncurkan program baru. Karena pendaftaran mahasiswa internasional menurun, banyak universitas menghadapi kekurangan anggaran.
Hampir setengah dari imigran yang masuk ke Amerika Serikat secara legal antara tahun 2018 dan 2022 memiliki gelar sarjana, menurut Immigration Policy Institute. Imigran jauh lebih mungkin menjadi pengusaha daripada warga negara Amerika.
Beberapa studi menunjukkan bahwa jumlah paten untuk inovasi Amerika telah menurun sejak undang-undang imigrasi tahun 1920-an. “Anda akan memiliki ekonomi yang lebih kecil, kurang dinamis, dan kurang beragam,” kata Axcalibur Hernandez, seorang profesor di Wharton School, Universitas Pennsylvania.
Pada awal tahun 2025, Ryan Sadri sedang mengumpulkan modal untuk perusahaan rintisan kecerdasan buatannya. Namun, larangan perjalanan ke beberapa negara, termasuk Iran, telah menghambat pertumbuhannya. “Ini semua tentang akselerasi untuk perusahaan rintisan,” kata Sadri.
Bisnis kecil di seluruh negeri telah dibangun oleh imigran untuk imigran dan telah diterima oleh komunitas tuan rumah. Dalam jangka panjang, migrasi yang rendah akan terjadi pada saat angkatan kerja lebih kecil dan populasi menua yang membutuhkan perawatan.(sl)