Analis Dunia Arab: Serangan Trump terhadap Venezuela Mahal dan Berbahaya
-
Abdel Bari Atwan
Pars Today - Seorang analis terkemuka dunia Arab menggambarkan tindakan Presiden AS terhadap Venezuela sebagai perilaku yang mahal dan berbahaya yang dapat membawa Washington ke dalam krisis jangka panjang di wilayah di luar Amerika Latin.
Abdel Bari Atwan, seorang analis terkemuka dunia Arab dan editor surat kabar lintas wilayah Rai El Youm, menggambarkan serangan militer AS terhadap Venezuela dan penculikan presiden negara itu sebagai perilaku ilegal yang mirip dengan tindakan geng mafia.
Menurut Atwan, Trump, bukan Maduro, tetapi dirinya sendiri, berada dalam posisi dituduh melakukan kejahatan perang, dan tindakan ini jelas bertentangan dengan klaim Washington tentang memimpin "dunia bebas".
Analis dunia Arab ini, merujuk pada sumber daya minyak Venezuela yang melimpah, menganggap tujuan Amerika bukan untuk memerangi perdagangan narkoba, tetapi untuk mendominasi sumber daya energi dan memaksakan pemerasan politik dan ekonomi pada negara-negara.
Atwan menambahkan bahwa Trump mengharapkan Maduro untuk menyerah di bawah tekanan dan menyerahkan minyak negaranya, tetapi presiden Venezuela itu tetap mendapat dukungan rakyat dan menolak.
Analis dunia Arab ini melihat kebijakan ini sebagai kelanjutan dari kegagalan historis Amerika di Vietnam, Irak, dan Afghanistan, yang telah disertai dengan utang besar dan defisit anggaran bagi Washington. Atwan memperingatkan bahwa Amerika Selatan, tidak seperti pengalaman sebelumnya, dapat dengan cepat menjadi pusat ketegangan dan perang gesekan, dan krisis dapat kembali ke Amerika sendiri.
Analis dunia Arab itu juga menunjuk pada pertumbuhan kepemimpinan independen di Amerika Latin, dukungan untuk rakyat Gaza, dan pemutusan hubungan dengan rezim Zionis oleh beberapa negara, dan percaya bahwa era "republik pisang" telah berakhir.
Menurut Atwan, Maduro, tidak seperti para pemimpin sebelumnya di kawasan itu, memiliki dukungan rakyat yang luas dan penolakannya adalah pesan yang jelas kepada Washington. Pendudukan dan pemerasan tidak lagi dapat menanggapi kehendak bangsa-bangsa. Tindakan Trump pada akhirnya dianggap sebagai "menembak kakinya sendiri", dan kemungkinan terjadinya krisis jangka panjang serta ancaman eksistensial bagi Amerika sangat tinggi.(sl)