Cendekiawan Pakistan: Ancaman AS terhadap Iran telah Gagal
Pars Today – Seorang pemikir politik dan ekonom Pakistan mengecam ancaman Amerika terhadap Republik Islam Iran, menegaskan bahwa tekanan eksternal dan pengaruh lobi Zionis tidak mampu merusak persatuan nasional rakyat Iran.
Mir Mohammad Ali Khan, pemikir politik dan ekonom Pakistan, menekankan bahwa tekanan luar negeri dan pengaruh lobi Zionis tidak berhasil menggoyahkan persatuan nasional Iran, dan keteguhan rakyat Iran telah menggagalkan kebijakan perang Washington.
Menurut laporan Pars Today, ia menambahkan: “Hari ini sistem multilateral dan tatanan dunia baru menghadapi ancaman potensial dari intervensi Amerika dan perilaku perang Trump. Sistem Amerika tidak memiliki keadilan dan pandangan yang tidak diskriminatif, sementara para pemimpin Gedung Putih selalu berusaha mendiskreditkan negara-negara independen.”
Ia menekankan bahwa apa yang terjadi di Venezuela dan ancaman Trump terhadap Iran menunjukkan pengaruh kuat lobi Zionis terhadap sistem Amerika; mereka mengejar perlindungan kepentingan rezim Zionis dengan menciptakan ketidakamanan di kawasan dan mengeksploitasi masalah internal negara-negara independen.
Ali Khan menambahkan: “Trump dan tim perang di Gedung Putih tidak pernah berada dalam posisi untuk memberi pelajaran demokrasi dan hak asasi manusia kepada bangsa dan negara independen lainnya.”
Ia melanjutkan bahwa dunia secara mengkhawatirkan tetap diam terhadap ancaman Presiden Amerika terhadap negara-negara independen, khususnya Iran, padahal perilaku agresif Amerika dan intervensi dalam urusan negara lain merupakan ancaman potensial bagi dunia dan sistem multilateral.
Ia mengatakan bahwa kolusi Amerika dan Israel untuk mengganti pemerintahan di negara-negara independen bukanlah hal yang tersembunyi, dan dalam beberapa tahun terakhir gerakan anti-demokrasi ini terlihat di Asia Barat, dengan contoh terbaru di Venezuela.
Ali Khan menegaskan bahwa kepura-puraan Trump tentang kepeduliannya terhadap rakyat Iran menunjukkan pukulan keras yang telah diberikan Republik Islam Iran kepada Amerika dan Israel, dan gerakan ini tidak mampu melemahkan tatanan internal maupun persatuan Iran.
Ia juga mengecam sikap ganda negara-negara Eropa terhadap Iran dan keterlibatan mereka dalam proyek anti-Iran bersama Mossad dan CIA, dengan mengatakan bahwa negara-negara Barat telah kehilangan independensinya dan kini tunduk pada Amerika. (MF)