Pezeshkian: Iran Siap Perluas Hubungan dengan Oman di Semua Bidang
Presiden Iran mengatakan: "Negara Oman memiliki posisi khusus bagi Iran karena kesamaan dan ikatan budaya serta politik yang mendalam, dan tekad serta keinginan Iran adalah untuk melaksanakan perjanjian bilateral dan memperluas hubungan dengan Oman di semua bidang."
Menurut Pars Today, Presiden Iran Masoud Pezzekian bertemu dengan Menteri Luar Negeri Oman Badr bin Hamad Al-Busaid pada hari Sabtu, menekankan pentingnya memperluas dan mengembangkan hubungan dengan negara-negara tetangga dan negara-negara Islam sebagai prioritas strategis bagi Republik Islam Iran. Ia menyatakan: Iran menganggap semua negara Islam sebagai teman dan saudara dan menekankan pengembangan hubungan dengan semua negara tersebut.
Pezzekian menganggap penyelenggaraan Komisi Ekonomi Bersama Iran-Oman sebagai dasar untuk mempercepat proses implementasi perjanjian yang telah dicapai antara kedua negara dan menciptakan pemahaman untuk lebih memperluas hubungan antara Teheran dan Muscat, menambahkan: Tekad dan keinginan Iran adalah untuk mengimplementasikan perjanjian bilateral dan memperluas hubungan dengan Oman di semua bidang.
Di bagian lain pidatonya, Presiden Iran menyinggung perkembangan terkini di kawasan dan dunia serta peran destruktif AS dan rezim Zionis dalam mengganggu perdamaian, stabilitas, dan keamanan global, dengan mengatakan: "Semua upaya AS dan rezim Zionis adalah untuk melanggengkan perang dan ketidakamanan di kawasan ini, mencegah terbentuknya persatuan di antara negara-negara Islam, dan menciptakan perpecahan sehingga mereka dapat melaksanakan niat dan tujuan jahat mereka."
Merujuk pada perilaku curang Amerika selama negosiasi, Presiden Iran menyatakan: "Seluruh dunia menyaksikan bagaimana pemerintah AS menyerang diplomasi dan dialog saat negosiasi berlangsung, melakukan kejahatan tidak manusiawi yang melanggar semua norma dan peraturan internasional. Sekarang, dengan berpikir bahwa Republik Islam Iran seperti beberapa negara lain, mereka telah mengambil tindakan yang sama dari arah yang berbeda dan dengan menghasut beberapa pihak untuk menciptakan kekacauan dan keresahan, sementara bangsa Iran akan lebih teguh dari sebelumnya dalam mendukung negara dan sistemnya."
Menteri Luar Negeri Oman juga menyatakan bahwa kunjungan ke Teheran merupakan bagian dari kunjungan regional dengan penekanan dan perhatian khusus dari Sultan Oman, dan mengatakan: "Republik Islam Iran adalah mitra strategis bagi Oman dan poros fundamental dalam membangun perdamaian, stabilitas, dan keamanan di kawasan ini; sebuah isu yang pasti, jelas, dan disepakati oleh hampir semua negara di kawasan ini."(PH)