Grand Mufti Rusia Mengecam Intervensi Urusan Iran
-
Syeikh Ravil Gaynutdin, Grand Mufti Rusia
Pars Today - Grand Mufti dan Kepala Departemen Urusan Agama Muslim Rusia menyatakan solidaritasnya dengan bangsa Iran dan menekankan bahwa upaya campur tangan di Iran dikecam.
Menurut laporan IRNA pada Kamis (05/02/2026), mengutip atase kebudayaan Kedutaan Besar Iran di Moskow, Syeikh Ravil Gaynutdin menyampaikan hal ini dalam surat kepada Hujjatul Islam Wal Muslimin Mohammad Mehdi Emani Pour, Kepala Organisasi Kebudayaan dan Komunikasi Islam dan Kepala Dewan Kebijakan dan Koordinasi Dialog Antaragama Republik Islam Iran.
Grand Mufti Rusia menulis, “Atas nama Administrasi Agama Muslim Federasi Rusia dan juga, secara khusus, atas nama saya sendiri, saya mengucapkan penghormatan yang mendalam kepada Anda dan meyakinkan Anda akan perasaan persaudaraan dan solidaritas yang mendalam dan teguh saya dengan rakyat Iran yang bersaudara dan Republik Islam Iran.”
Syeikh Gaynutdin menambahkan, “Dalam beberapa hari terakhir, menyaksikan peristiwa tragis di Iran, kami terus berdoa kepada Allah Yang Maha Kuasa agar damai, rekonsiliasi, dan persatuan, pembangunan berkelanjutan, dan kemakmuran turun kepada Iran saudara kami.”
Surat itu berbunyi, “Kehilangan nyawa manusia dan serangan barbar terhadap situs suci dan tempat ibadah di Iran telah menyentak kami seperti rasa sakit di hati. Menyerang keyakinan dan menghancurkan tempat ibadah adalah dosa besar di mata Allah Yang Maha Kuasa, dan pelanggaran terhadap hukum hidup bersama manusia, sama seperti penodaan harta negara dan aset warga negara yang dihormati.”
Kepala Departemen Urusan Agama Muslim Rusia menekankan, “Kami memahami tindakan otoritas untuk melindungi kedaulatan negara, martabat, hak, dan harta benda warga negara dari para perusuh yang dipicu dari luar negeri.”
Syeikh Gaynutdin menambahkan, “Dalam situasi saat ini, merupakan kewajiban otoritas sah pemerintah mana pun untuk melindungi perdamaian, ketenangan, dan keamanan warganya dari pemberontak dan insurgent. Saya yakin bahwa Iran, dengan tradisi pemerintahan negara yang berabad-abad lamanya, memiliki kemampuan untuk mencapai konsensus internal dan persatuan warga dengan mengandalkan kekuatan sendiri, sedangkan campur tangan ilegal negara lain dalam urusan kedaulatan pemerintah Iran akan menyeret negara tersebut ke dalam kekacauan dan kesedihan.”
Grand Mufti Rusia mengakhiri suratnya dengan menulis, “Saya terus berdoa kepada Allah Yang Maha Kuasa agar melembutkan hati dan mempersatukan semua anak-anak Iran yang bersaudara di sekitar cinta terhadap tanah air mereka dan kesetiaan terhadap ibu pertiwi mereka.”(sl)