Pusat Penahanan Imigran AS Menahan Lebih dari 70.000 Orang
https://parstoday.ir/id/news/world-i185252-pusat_penahanan_imigran_as_menahan_lebih_dari_70.000_orang
Pars Today - Menurut laporan yang diterbitkan, jumlah orang di pusat penahanan imigran Amerika Serikat untuk pertama kalinya melampaui batas 70.000 orang.
(last modified 2026-02-13T17:18:09+00:00 )
Feb 10, 2026 12:08 Asia/Jakarta
  • Penahanan imigrandi AS
    Penahanan imigrandi AS

Pars Today - Menurut laporan yang diterbitkan, jumlah orang di pusat penahanan imigran Amerika Serikat untuk pertama kalinya melampaui batas 70.000 orang.

Melaporkan dari Morning Star, IRNA menyebutkan bahwa data federal yang mengejutkan menunjukkan bahwa hingga pertengahan bulan Januari, sekitar 7.252 orang telah berada di pusat penahanan imigran AS dengan tuduhan migrasi ilegal setidaknya selama enam bulan, dan 79 orang lebih dari dua tahun.

Penahanan jangka panjang telah menjadi lebih umum selama periode kedua kepresidenan Donald Trump, sebagian karena kebijakan baru yang melarang hakim imigrasi membebaskan tahanan sementara kasus deportasi mereka masih berlangsung di pengadilan.

Statistik penahanan yang terus meningkat ini terjadi sementara Mahkamah Agung AS pada tahun 2001 memutuskan bahwa Badan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) tidak dapat memenjarakan imigran tanpa batas waktu dan menetapkan enam bulan sebagai waktu maksimum keberadaan individu di pusat penahanan itu.

Sementara itu, para tahanan telah melaporkan kondisi tidak manusiawi di pusat-pusat penahanan itu.

Felipe Hernandez menghabiskan 45 hari di Alligator Alcatraz, sebuah fasilitas penahanan imigran di Florida. Para tahanan melaporkan adanya cacing di makanan mereka, kondisi sanitasi yang sangat buruk, dan limbah yang tidak dikumpulkan di fasilitas itu.

Dia dan tahanan lainnya juga melaporkan adanya banyak serangga di fasilitas itu.

Hernandez dan banyak lainnya yang sekarang berada di Fort Bliss, Texas, tampaknya siap untuk meninggalkan AS sesegera mungkin.

Dalam sebuah wawancara telepon dari Fort Bliss, ia berkata, "Saya datang ke negara ini dan berpikir mereka akan membantu saya, dan sekarang saya telah ditahan selama enam bulan tanpa melakukan kejahatan. Sudah terlalu lama. Saya putus asa."

Menurut pengacara para tahanan, sejumlah dari mereka meskipun telah menyatakan kesediaan untuk meninggalkan wilayah AS, tetap dipenjara dan kasus mereka tidak ditangani.

Sue Cheng, Direktur Eksekutif organisasi Advokasi Keadilan untuk Imigran, mengatakan, "Kondisinya begitu buruk sehingga orang-orang tidak tertarik untuk memperjuangkan keberlanjutan kehadiran mereka di AS."

Di antara mereka yang telah ditahan selama berbulan-bulan, ada individu yang telah menerima perlindungan di bawah Konvensi PBB Menentang Penyiksaan dan tidak dapat dideportasi ke negara asal mereka, tetapi mungkin dikirim ke tempat lain.

Seorang pria Meksiko yang ditangkap di Florida pada Oktober 2024 tetap ditahan selama satu tahun meskipun telah menerima perlindungan di bawah Konvensi PBB Menentang Penyiksaan pada Maret 2025, hal ini menunjukkan pengabaian yang jelas dari pemerintahan Trump terhadap batasan hukum dalam kebijakan imigrasi.(sl)