Presenter Pakistan: Warga AS Sudah Muak dengan Trump
-
Hamid Mir, seorang pembawa acara terkenal dari jaringan Geo News Pakistan
Pars Today - Jurnalis dan pembawa acara terkenal dari jaringan berita Pakistan, menganggap gelombang jutaan orang Amerika melawan militerisme Donald Trump sebagai makna sebenarnya dari tuntutan untuk perubahan rezim, dan mengatakan, “Kebencian terhadap Trump telah meningkat di masyarakat Amerika, dan mereka menuntut pengobatan presiden keras kepala mereka.”
Menurut laporan Pars Today, Hamid Mir, seorang pembawa acara terkenal dari jaringan Geo News Pakistan, dalam sebuah catatan berjudul “Mengobati Trump Keras Kepala” mengatakan, “Masyarakat Amerika sudah lama muak dengan presiden mereka, Donald Trump, tetapi pada tanggal 28 Maret, rasa jijik itu berubah menjadi pemberontakan massal di seluruh negeri.”
Ia menambahkan, “Dalam satu hari, jutaan orang di puluhan kota Amerika turun ke jalan dan meneriakkan slogan “No Kings - Pergi Trump Pergi”. Trump, yang pada awal Maret 2026 menyerang Iran bersama Israel dan mengatakan kepada rakyat Iran untuk turun ke jalan untuk mengubah sistem, hanya dalam empat minggu melihat rakyat Amerika turun ke jalan melawannya, alasan utama pemberontakan publik ini adalah perang Trump terhadap Iran, yang juga telah menyebabkan guncangan ekonomi bagi masyarakat Amerika.”
Hamid Mir menulis, “Trump percaya bahwa setelah pembunuhan Imam Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, perubahan rezim akan terjadi di Iran, dan seperti perusahaan-perusahaan Amerika yang menjarah cadangan minyak Venezuela setelah penangkapan presidennya, hal yang sama akan terjadi di Iran. Semua prediksi Trump tentang masalah Iran terbukti salah. Iran mengambil kendali Selat Hormuz dan menciptakan krisis minyak di seluruh dunia. Dengan berlarut-larutnya perang ini, ketidakpuasan publik terhadap Trump berubah menjadi kebencian. Negara-negara Eropa juga menolak untuk bergabung dalam perang Trump melawan Iran.”
Pembawa acara jaringan Pakistan Geo News menambahkan.” Iran telah memulai serangan terhadap pangkalan militer Amerika di negara-negara Teluk Persia, yang juga merusak kredibilitas Amerika sebagai negara adidaya.”(sl)