Bagaimana Agresi ke Iran Mengganggu Penyaluran Bantuan Jutaan Orang?
-
Bantuan kemanusiaan
Pars Today - Lembaga-lembaga penyalur bantuan internasional memperingatkan bahwa perang terhadap Iran dan gangguan pada rute-rute vital termasuk Selat Hormuz telah mengganggu pengiriman makanan, obat-obatan, dan perlengkapan medis kepada jutaan orang.
Menurut laporan ParsToday yang mengutip IRNA, lembaga-lembaga penyalur bantuan internasional memperingatkan bahwa perang agresif Amerika dan rezim Zionis terhadap Iran serta gangguan pada rute-rute transportasi vital telah mengganggu proses pengiriman makanan, obat-obatan, dan perlengkapan vital kepada jutaan orang. Hal ini juga telah meningkatkan biaya dan waktu transfer bantuan secara signifikan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa menggambarkan situasi ini sebagai gangguan terbesar dalam rantai pasokan sejak pandemi COVID-19.
Berdasarkan laporan Program Pangan Dunia (WFP), puluhan ribu ton bahan makanan mengalami penundaan dalam perjalanan pengiriman. Lembaga-lembaga bantuan menekankan bahwa kenaikan biaya bahan bakar dan asuransi telah meningkatkan biaya transportasi secara drastis. Artinya, dengan anggaran yang sama, bantuan yang dapat dikirim akan lebih sedikit. Dana Kependudukan PBB (UNFPA) juga melaporkan penundaan dalam pengiriman peralatan ke 16 negara.
Terkait hal ini, Madiha Raza, Direktur Urusan Publik dan Komunikasi Afrika di “International Rescue Committee” memperingatkan bahwa perang terhadap Iran membawa risiko melampaui kapasitas operasi kemanusiaan.
Ia menambahkan, “Bahkan jika konflik dihentikan, guncangan yang dialami rantai pasokan global dapat menunda proses pengiriman bantuan vital selama berbulan-bulan.”(sl)