Guru dan Siswa Spanyol Mogok, Tuntut Gaji Lebih Tinggi
https://parstoday.ir/id/news/world-i198648-guru_dan_siswa_spanyol_mogok_tuntut_gaji_lebih_tinggi
Pars Today - Puluhan ribu guru, siswa, dan mahasiswa di Spanyol berkumpul dalam aksi besar di Madrid. Mereka menggelar mogok kerja dan melancarkan protes secara luas.
(last modified 2026-10-15T05:50:18+00:00 )
Okt 15, 2026 12:43 Asia/Jakarta
  • Aksi protes guru dan siswa di Spanyol
    Aksi protes guru dan siswa di Spanyol

Pars Today - Puluhan ribu guru, siswa, dan mahasiswa di Spanyol berkumpul dalam aksi besar di Madrid. Mereka menggelar mogok kerja dan melancarkan protes secara luas.

Menurut laporan IRNA yang mengutip Kantor Berita Anadolu, Kamis, 15 Oktober 2026, aksi mogok yang dimulai pada Rabu (14/10) itu diikuti sekitar 65 ribu orang. Para demonstran menuntut kenaikan gaji guru, pengurangan jam kerja, pengurangan jumlah siswa dalam setiap kelas, serta peningkatan investasi untuk infrastruktur sekolah.

Demonstrasi yang didukung sejumlah serikat pekerja tersebut berlangsung setelah berbulan-bulan perundingan dengan pemerintah daerah Madrid tidak membuahkan hasil.

Di sejumlah lembaga pendidikan, mahasiswa menghambat kegiatan akademik dengan mendirikan barikade. Aksi tersebut antara lain berlangsung di Universitas Complutense Madrid dan Universitas Rey Juan Carlos.

Ketika polisi antihuru-hara berupaya membongkar barikade, bentrokan terjadi di kawasan kampus Ciudad Universitaria.

Pejabat setempat menyatakan sedikitnya lima orang ditangkap dan tujuh orang terluka, termasuk sejumlah petugas kepolisian.

Para politikus sayap kiri mengkritik respons polisi dan menuduh aparat menggunakan kekuatan berlebihan terhadap mahasiswa yang berunjuk rasa.

Serikat pekerja menyatakan bahwa sistem pendidikan publik di wilayah Madrid mengalami kekurangan anggaran dan tenaga pengajar secara kronis.

Mereka menuntut pembatasan jumlah siswa dalam setiap kelas, yakni maksimal 13 anak di taman kanak-kanak, 15 siswa di sekolah dasar, dan 20 siswa di sekolah menengah.

Selain itu, mereka meminta kenaikan gaji bersih bulanan sebesar 600 euro atau sekitar 670 dolar AS. Menurut mereka, kenaikan tersebut diperlukan untuk mengimbangi inflasi sekaligus mendekatkan tingkat gaji guru di Madrid dengan wilayah lain di Spanyol.

Tuntutan lainnya mencakup pengurangan jam mengajar mingguan menjadi 22 jam di sekolah dasar dan 17 jam di sekolah menengah. Mereka juga meminta perluasan sumber daya pendidikan khusus bagi siswa berkebutuhan khusus serta investasi untuk memodernisasi sistem ventilasi di lembaga pendidikan.

Menteri Pendidikan wilayah Madrid, Mercedes Zarzalejo, menyebut aksi tersebut bermotif politik. Sementara itu, pejabat pemerintah menyatakan bahwa tuntutan keuangan serikat pekerja tidak dapat dipenuhi dalam kerangka anggaran yang berlaku saat ini.

"Sekitar 65 ribu guru, siswa, dan mahasiswa menggelar aksi mogok dan demonstrasi di Madrid untuk menuntut kenaikan gaji, pengurangan jam kerja, pembatasan jumlah siswa per kelas, serta peningkatan investasi pendidikan. Aksi tersebut berlangsung setelah perundingan dengan pemerintah daerah menemui jalan buntu dan diwarnai bentrokan di kawasan kampus, dengan lima orang ditangkap dan tujuh orang terluka."(Sail)