Penyusupan Militer Turki ke Suriah
-
Nuruddin Cenikli
Wakil Perdana Menteri Turki kembali berbicara soal penyusupan pasukan militer negara ini lebih besar ke wilayah Suriah. Nuruddin Cenikli menyatakan bahwa 772 kilometer per segi wilayah utara Suriah menurutnya telah dikontrol oleh militan FSA. Ditambahkannya bahwa tentara Turki akan menyusup lebih jauh ke dalam wilayah Suriah dari posisi saat ini.
Pejabat tinggi Turki ini juga mengklaim pembersihan di wilayah Suriah yang berbatasan dengan Turki dari para teroris Takfiri Daesh. Cenikli mengklaim bahwa para pengungsi Suriah dapat kembali ke rumah mereka masing-masing di Jarablus.
Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan dalam sidang kabinetnya seraya membahas soal operasi di utara Suriah dan mengatakan, "Tujuan utama operasi tersebut adalah menjaga keamanan perbatasan Turki dan mencegah serangan teroris dari wilayah Suriah ke Turki." Dia menyebut tujuan Turki dalam pemberantasan terorisme di Suriah sebagai sebuah langkah yang menguntungkan Turki karena warga Suriah dapat kembali ke negara mereka.
Oleh karena itu tidak mengherankan jika sesaat setelah pernyataan Erdogan itu, Cenikli juga berbicara soal keamanan bagi para pengungsi Suriah untuk kembali ke negara mereka. Langkah tersebut diamini oleh media massa Turki yang sejalan dengan kebijakan pemerintah, dengan menurunkan berita yang belum terverifikasi soal kembalinya 300 pengungsi Jarablus, Suriah. Padahal menurut sejumlah sumber pemberitaan dan pejabat Turki sendiri, wilayah Jarablus kehilangan akses air dan listrik.
Oleh karena itu, sejumlah pengamat menilai klaim keamanan para pengungsi Suriah untuk kembali negara mereka hanya dua pekan setelah dimulainya operasi militer Turki di Suriah, sebagai sebuah propaganda pemerintah dan media massa Turki.
Penampilan para pejabat Turki dan ketepatan keputusan mereka dalam memberantas terorisme Takfiri dan Daesh serta penyelesaian krisis pengungsi Suriah pasca terjunnya militer Turki di Suriah, menyedot banyak perhatian politik. Apalagi setelah para pejabat itu hingga kemarin dituding sebagai anasir kudeta.
Pada dasarnya berlanjutnya kehadiran militer Turki di wilayah Suriah berbarengan dengan acuan politik dan militer terselubung Ankara dan selalu direaksi negatif. Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan khawatir atas penyusupan lebih dalam pasukan militer Turki di Suriah. Menurut Rusia, langkah militer Turki itu tidak disetujui pemerintah Suriah dan tanpa mandat Dewan Keamanan PBB. Moskow memvonis langkah Turki itu dalam rangka memperlemah kedaulatan nasional dan integritas teritorial pemerintah Suriah. Menurut Rusia, langkah sepihak Turki itu akan memperburuk kondisi politik ekonomi di Suriah. (MZ)