Tunisia Kecam Pelarangan Haji atas Jemaah Iran, Yaman dan Suriah
Kalangan agamawan dan politik Tunisia mengecam langkah Arab Saudi yang melarang jemaah haji Iran, Yaman dan Suriah untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini.
Stasiun televisi Alalam (9/9) melaporkan, Juma Al Qasimi, jurnalis dan analis politik Tunisia terkait hal ini mengatakan, pelarangan haji bagi warga Arab dan Muslimin dapat membawa sejumlah dampak bagi kawasan, pada akhirnya langkah semacam ini adalah politisasi dan tidak bisa diterima, pasalnya tempat-tempat suci adalah milik seluruh umat Islam.
Syeikh Afif Al Zababeti, Wakil Rektor Universitas Ez Zitouna, Tunisia mengatakan, seluruh saudara-saudara Muslim harus berdialog dan bertukar pikiran untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada.
Sejumlah tokoh politik Tunisia juga mendesak agar kebijakan pembatasan haji yang diterapkan pemerintah Saudi ditinjau ulang. Mereka berpendapat bahwa tragedi-tragedi yang terus berulang setiap tahun dan menewaskan ratusan bahkan ribuan jemaah haji, merupakan faktor-faktor yang menuntut partisipasi Dunia Islam dalam pengelolaan haji.
Al Jilani Al Hamami, salah satu tokoh politik Tunisia dari Front Rakyat, salah satu kubu oposisi negara itu menuturkan, hal yang mesti dibahas adalah, rezim Al Saud tidak berkuasa atas tempat-tempat suci secara penuh. (HS)