Ulama India: Arab Saudi tak Layak Kelola Mekah dan Madinah
-
tragedi Mina
Sejumlah ulama, tokoh nasional dan aktivis politik India menekankan bahwa keluarga kerajaan Al Saud tidak punya kemampuan untuk menjaga keamanan jemaah haji.
IRNA (9/9) melaporkan, tokoh-tokoh terkemuka India mengecam langkah Arab Saudi melarang jemaah haji dari sejumlah negara untuk melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci tahun ini dan mengatakan, langkah-langkah semacam ini dan insiden-insiden yang terjadi tahun lalu menunjukkan bahwa Al Saud tidak punya kemampuan dan kelayakan untuk mengelola Haramain Syarifain (Mekah dan Madinah).
Tokoh-tokoh nasional India juga mendesak dilakukannya pengawasan dan partisipasi negara-negara Muslim dalam pengelolaan haji.
Mereka mengumumkan, insiden-insiden yang terjadi tahun lalu atas jemaah haji di Tanah Suci, menunjukkan bahwa Saudi tidak mampu menjaga keselamatan jemaah haji.
Perwakilan Jamiatul Mustafa Al Alamiah di New Delhi, India menyinggung pernyataan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar dan mengatakan, kesyahidan ribuan jemaah haji di Baitullah, tahun lalu disebabkan oleh ketidakacuhan dan ketidaklayakan Al Saud.
Hujatulislam Mohammad Reza Saleh menambahkan, berbagai insiden yang terjadi tahun lalu dan kesyahidan sejumlah banyak jemaah haji di Tanah Suci, menunjukkan bahwa Saudi tidak layak dan tidak mampu mengelola tempat suci itu.
Maulana Jinan Asghar, salah satu anggota Perhimpunan Ulama India menuturkan, haji adalah salah satu ritual ibadah dan sebuah negara tidak bisa melarang pelaksanaan kewajiban Tuhan ini.
Dr. Hasan Kumaili, salah seorang aktivis politik India mengungkapkan, haji diwajibkan atas seluruh Muslimin dan pelarangan menunaikan ibadah haji termasuk perbuatan dosa.
Ia menambahkan, kebisuan lembaga-lembaga internasional dan Islam terkait insiden di Mekah, sungguh mengejutkan.
Tahun lalu, akibat kelalaian Saudi, lebih dari 7000 jemaah haji meninggal dunia ketika tengah melaksanakan manasik haji.
Berdasarkan data yang dipublikasikan, lebih dari 90 ribu jemaah haji dalam 14 tahun terakhir meninggal dunia karena ketidakbecusan pemerintah Arab Saudi. (HS)