Ulama Sunni-Syiah India Kecam Statemen Mufti Saudi
-
Abdulaziz Al Syeikh, Mufti Arab Saudi
Ulama-ulama Ahlu Sunnah dan Syiah India, mengecam statemen perpecahan yang dilontarkan Abdulaziz Al Syeikh, Mufti Takfiri Arab Saudi dan menyebutnya sebagai konspirasi anti-umat Islam.
Sahar TV berbahasa Urdu (10/9) melaporkan, Maulana Jabir Jaurasi, Maulana Waliullah Baqai, Maulana Kalbe Jawad, Maulana Habeeb Haider dan ulama-ulama Ahlu Sunnah dan Syiah India lainnya dalam seminar haji di kota Lucknow, menganggap keluarga kerajaan Saudi tidak berhak melarang sebagian jemaah haji berangkat ke Tanah Suci.
Ulama-ulama Sunni dan Syiah India itu mengatakan, tidak diragukan, ketidakpedulian dan kelalaian Saudi adalah penyebab tragedi Mina dan Masjid Al Haram tahun lalu, dan hal itu tidak mungkin hilang dari benak masyarakat dunia sampai kapanpun.
Mereka menuturkan, haji adalah sebuah kesempatan baik untuk persatuan umat Islam, akan tetapi Al Saud menggunakannya untuk memecah belah Muslimin.
Sebelumnya Ketua Persatuan Ulama Pakistan mengatakan, keluarga Al Saud tidak layak mengelola Haramain Syarifain (Mekah dan Madinah) dan sebuah komite dari negara-negara Islam harus mengambil alih tugas tersebut.
Peer Masoom Naqvi, salah seorang ulama Sunni, Pakistan yang juga Ketua Persatuan Ulama Pakistan (sayap Niazi) mereaksi statemen perpecahan Abdulaziz Al Syeikh, Mufti Saudi dan mengatakan, statemen semacam itu tidak terukur dan dilakukan untuk memecah belah Muslimin serta pasti gagal.
Ribuan jemaah haji termasuk 464 jemaah Iran tewas dalam tragedi Mina yang terjadi pada musim haji tahun lalu di Saudi akibat kelalaian pejabat negara itu. (HS)