Mantan Direktur CIA: Kedekatan Trump-Rusia Bahayakan AS
-
Jenderal Michael Hayden
Mantan Direktur Dinas Intelijen Pusat Amerika Serikat, CIA mengatakan, jika Donald Trump, Presiden terpilih Amerika membantah laporan dinas-dinas intelijen Amerika terkait keterlibatan Rusia dalam pemilu presiden negara ini bulan November lalu, maka masa depan Washington, gelap.
IRNA (8/1) melaporkan, Jenderal Michael Hayden, mantan Direktur CIA, Sabtu (7/1) menuturkan, kedekatan Donald Trump dengan Rusia di masa depan dapat sangat berbahaya bagi Amerika.
Donald Trump, Presiden terpilih Amerika menegaskan keabsahan pemilu presiden bulan November lalu dan menolak segala tuduhan terkait intervensi Rusia dalam pemilu itu.
Trump dalam cuitannya di Twitter berulang kali mengatakan, Rusia sama sekali tidak melakukan intervensi dalam masalah ini dan penyelidikan-penyelidikan terkait hal ini diragukan.
Presiden terpilih Amerika itu, setelah bertemu dengan para kepala dinas intelijen Amerika mengumumkan, Washington menjadi target serangan hacker-hacker sistem komputer. Namun Trump sama sekali tidak menyinggung tentang Rusia ataupun intervensi hacker-hacker negara itu untuk memerangkan dirinya dalam pilpres.
Trump, Sabtu (7/1) pasca diumumkannya laporan dinas-dinas intelijen dan keamanan Amerika terkait intervensi Rusia dalam pilpres negara itu mengatakan, kelalaian Komite Nasional Partai Demokrat menyebabkan email-email partai itu diretas.
Sementara Rusia sendiri membantah segala bentuk intervensi dalam pemilu presiden Amerika bulan November 2016 lalu. (HS)