Atasi Krisis, Uni Eropa Diminta Perkuat Integrasi
Presiden Uni Eropa, Donald Tusk meminta para pemimpin organisasi itu untuk mengarahkan Eropa keluar dari krisis selama pertemuan puncak di Roma, yang menandai 60 tahun Traktat Roma yang menjadi landasan Uni Eropa.
"Buktikan hari ini bahwa Anda adalah pemimpin Eropa, bahwa Anda dapat merawat warisan besar ini yang kita warisi dari para pahlawan integrasi Eropa 60 tahun silam," kata Tusk dalam pidatonya di kota Roma, Sabtu (25/3/2017) seperti dilansir AFP.
Ia juga menyampaikan kekhawatiran atas melebarnya krisis dan gangguan terhadap integrasi Uni Eropa.
Tusk menegaskan bahwa Eropa akan tetap ada sebagai sebuah entitas politik dan bersatu, atau tidak sama sekali.
Menurutnya, blok Eropa harus melihat kembali ke prinsip-prinsip dasarnya dan menghindari isu-isu yang akan meningkatkan perpecahan di tubuh Uni Eropa.
Sebanyak 27 pemimpin Eropa bertemu tanpa Perdana Menteri Inggris Theresa May untuk merayakan penandatanganan traktat pembentukan Uni Eropa di Roma pada 25 Maret 1957.
Keputusan Inggris untuk meninggalkan blok itu adalah salah satu dari sejumlah krisis yang dihadapi Uni Eropa, di samping krisis pengungsi, ekonomi, terorisme dan munculnya partai-partai populis dan nasionalis. (RM)