Warga Turki Protes Serangan Rudal AS ke Suriah
Para demonstran di kota Istanbul dan Ankara, Turki memperotes serangan rudal Amerika Serikat ke Suriah pada Jumat lalu.
Seperti dilansir Associated Press, para demonstran menggelar aksinya di depan Kedutaan Besar AS di Ankara pada hari Sabtu (8/4/2017) dan mendesak penarikan pasukan Amerika dari Suriah dan wilayah Timur Tengah.
Sekjen Partai Patriotik Turki, Utku Reyhan – sebagai koordinator aksi – mengkritik Amerika atas serangan rudal ke pangkalan udara Shayrat di Suriah, dan mengatakan Washington sama sekali tidak punya prakarsa dan apa yang mereka lakukan di Suriah hanya akan menyulut kekacauan dan pertumpahan darah di Timur Tengah.
"Krisis Suriah harus diselesaikan dengan melibatkan pemerintah Damaskus dan negara-negara tetangga seperti Irak dan Iran," tambahnya.
Di kota Istanbul, sekelompok warga Turki menggelar aksinya di depan Kantor Konsulat AS untuk memprotes tindakan sepihak negara itu terhadap Suriah. Mereka menilai tindakan AS melanggar hukum internasional dan menyerukan reaksi yang tepat dari komunitas internasional.
Menurut para demonstran, AS dan sekutunya Israel, Arab Saudi, Qatar, Turki dan kelompok-kelompok teroris ingin memecah wilayah Suriah dengan alasan serangan kimia di distrik Khan Shaykhun, Provinsi Idlib.
AS pada Jumat dini hari, meluncurkan 59 rudal Tomahawk ke Suriah dari dua kapal perang USS Porter dan USS Ross yang bersiaga di Laut Mediterania dengan alasan dugaan serangan kimia di Khan Shaykhun.
Serangan itu menewaskan sembilan warga sipil Suriah, yang tinggal di dekat pangkalan udara Shayrat termasuk empat anak dan melukai tujuh lainnya. (RM)