Korut Uji Coba Rudal Baru
Korea Utara Sabtu (15/4) tanpa mengindahkan ancaman Amerika Serikat dilaporkan melakukan uji coba rudal baru.
Menurut laporan IRNA, berita uji coba rudal Korea Utara Sabtu pagi dan bertepatan dengan dimulainya peringatan 150 kelahiran Kim Il Sung, pemimpin pertama serta peringatan ke 50 pembentukan militer negara ini dirilis oleh kantor berita Xinhua mengutip berbagai sumber.
Korut sampai kini belum merilis pernyataan resmi mengenai kebenaran uji coba tersebut dan jenis rudal yang diluncurkan.
Sebelumnya uji coba nuklir keenam dan peluncuran rudal balistik antar benua oleh Korea Utara telah diprediksi oleh media Barat dan Korea Selatan.
Menurut berbagai laporan Korea Utara memamerkan peluru kendali antarbenua dan peluru kendali yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM, submarine-launched ballistic missile) terbarunya.
Stasiun televisi negara menayangkan rudal SLBM Pukkuksong yang diparadekan bersama dengan tank-tank dan sistem persenjataan berat lainnya di depan Kim Jong-un.
Ini untuk pertama kalinya Korea Utara memamerkan peluru kendali yang punya jangkauan 1.000 km itu, dalam sebuah parade militer.
Dengan memamerkan lebih dari satu peluru kendalinya maka itu menunjukkan Korea Utara telah maju dalam membangun sistem rudal yang diluncurkan dari kapal selam yang bakal sulit dideteksi, kata Joshua Pollack, editor Nonproliferation Review yang berbasis di Washington.
Choe Ryong Hae, salah seorang tangan kanan Kim Jong-un, mengulangi ancaman negaranya kepada AS.
"Jika Amerika Serikat melancarkan provokasi berbahaya kepada kita, kekuatan revolusi kita akan mudah menghadangnya dengan menghancurkan setiap serangan, dan kita akan merespons perang total dengan perang total dan perang nuklir dengan cara kita melancarkan perang nuklir," kata dia.
Kemarin Korea Utara mengecam AS karena menggelarkan asset-asset strategis nuklirnya ke Semenanjung Korea ketika kapal induk USS Carl Vinson yang bertenaga nuklir berlayar ke Korea.
Pyongyang berulangkali menekankan selama Amerika Serikat dan sekutunya terus melanjutkan ancamannya terhadap Korea Utara, negara ini juga akan melanjutkan peningkatan kemmapuan militer dan serangan preemtivnya. (MF)