Hindari Perang, Rusia Minta Korut Menahan Diri
-
USS Carl Vinson
Duta Besar Rusia untuk Korea Utara meminta pemerintah Pyongyang untuk menahan diri guna mencegah semakin memanasnya situasi di Semenanjung Korea.
Kantor berita Itar Tass (30/4) melaporkan, Alexander Matsegora, Dubes Rusia di Pyongyang, Ahad (30/4) dalam pertemuan dengan Han Song Ryol, Deputi Menteri Luar Negeri Korea Utara, meminta pemerintah negara itu untuk menghindari langkah-langkah yang dapat memicu peningkatan ketegangan di kawasan.
Dalam pertemuan itu, Han Song Ryol menyinggung penempatan persenjataan strategis Amerika Serikat di kawasan, dan menganggap manuver militer Amerika-Korea Selatan sebagai faktor pemicu ketegangan di Semenanjung Korea.
Deputi Menlu Korea Utara juga menyoroti ancaman-ancaman nuklir Amerika dan menuturkan, Pyongyang terus melakukan upaya untuk memperkuat kemampuan pencegahan nuklirnya sehingga bisa melindungi kedaulatan dan haknya, juga perdamaian di Semenanjung Korea.
Amerika dalam beberapa hari terakhir sudah mengerahkan kapal induknya ke arah perairan Semenanjung Korea.
Situasi Semenanjung Korea saat ini berada pada level ketegangan tertinggi akibat kebijakan permusuhan, provokatif dan sepihak Amerika terhadap Pyongyang.
Washington selalu menuntut penghentian uji coba nuklir dan rudal Korea Utara, sementara Korea Utara berulang kali menegaskan, selama Amerika dan sekutu-sekutunya terus mengancam Pyongyang, maka negara ini akan melanjutkan penguatan kemampuan militernya. (HS)