Soal Incirlik, Jerman Beri Batas Waktu Dua Pekan pada Turki
-
pesawat Jerman
Terkait kunjungan perwakilan Parlemen Jerman ke pangkalan udara Incirlik, Turki, Berlin kembali memberikan batas waktu dua pekan kepada Ankara.
IRIB (27/5) melaporkan, pemerintah Jerman mengumumkan, jika dalam waktu dua pekan, perwakilan Parlemen Jerman (Bundestag) tidak diizinkan meninjau pangkalan udara Incirlik, Turki, maka negara ini akan mempertimbangkan untuk menarik pasukannya dari pangkalan udara itu.
Pejabat tinggi Jerman kepada anggota Bundestag mengabarkan, dalam waktu dua pekan itu akan dilakukan dialog dengan pemerintah Turki dan setelah batas waktu tersebut berakhir, akan diambil keputusan final.
Negosiasi antara Angela Merkel, Kanselir Jerman dengan Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki, Kamis (25/5) di sela sidang NATO di Brussels, tidak membuahkan hasil apapun.
Sekitar 260 personil militer Jerman dan sejumlah unit pesawat negara itu saat ini masih ditempatkan di pangkalan udara Incirlik, Turki.
Tahun lalu, Turki mereaksi pernyataan Parlemen Jerman yang mengkonfirmasi peristiwa genosida warga Armenia di era Ottoman dengan melarang kunjungan sejumlah anggota Parlemen Jerman ke pangkalan udara Incirlik.
Batas waktu dua pekan yang dibeirkan Jerman kepada Turki adalah peluang bagi Ankara untuk menurunkan tensi kebijakan permusuhannya dengan Jerman.
Sementara Erdogan, Kamis (25/5) mengumumkan, jika Jerman memutuskan untuk menarik pasukannya dari pangkalan udara Incirlik, maka Ankara akan mengucapkan "selamat jalan" kepada mereka. (HS)