Konsentrasi Sejumlah Kapal Induk di Semenanjung Korea
https://parstoday.ir/id/news/world-i38460-konsentrasi_sejumlah_kapal_induk_di_semenanjung_korea
Menyusul pengerahan kapal induk ketiga Amerika Serikat ke perairan Semenanjung Korea dan berlanjutnya manuver rudal Korea Utara, kondisi keamanan di kawasan ini masih diselimuti ketidakpastian.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
May 29, 2017 10:51 Asia/Jakarta

Menyusul pengerahan kapal induk ketiga Amerika Serikat ke perairan Semenanjung Korea dan berlanjutnya manuver rudal Korea Utara, kondisi keamanan di kawasan ini masih diselimuti ketidakpastian.

Sputnik mengutip keterangan para pejabat AS menyebutkan bahwa kapal induk USS Nimitz sedang dalam perjalanan menuju Semenanjung Korea. Amerika Serikat sebelumnya telah mengirim kapal induk USS Carl Vinson dan kemudian USS Ronald Reagan di kawasan.

Meski pada awalnya Amerika Serikat berusaha memamerkan kekuataannya dan memperkeruh kondisi keamanan di kawasan dengan mengerahkan kapal induknya demi menekan Korea Utara menghentikan program nuklirnya, akan tetapi Pyongyang bukan saja mundur melainkan dalam beberapa hari terakhir melanjutkan dan meningkatkan ujicoba rudalnya.

Namun apakah Korea Utara menjadi target utama pengerahan kapal-kapal tempur Amerika Serikat ke kawasan? Jawaban para elit politik adalah negatif dan mereka berpendapat bahwa Korea Utara hanyalah alasan bagi Amerika Serikat untuk memperkokoh kehadiran militernya di perairan sekitar Semenanjung Korea. Tujuannya adalah untuk memberikan tekanan keamanan kepada Cina yang sekarang telah menjadi faktor ancaman bagi hegemoni AS di masa depan.

Dalam hal ini Amerika Serikat mengacu beberapa tujuan. Pertama menebar phobia publik terhadap Cina dan Korea Utara sehingga membantu menjustifikasi kehadiran militer AS di Jepang, Korea Selatan dan perairan regional. Karena opini publik di kawasan, bahkan di Jepang dan Korea Selatan, menentang berlanjutnya kehadiran militer AS di negara mereka.

Kedua untuk menciptakan persaingan senjata di Asia Timur dan mendorong Cina untuk membelanjakan sebagian besar bujetnya untuk militerisme yang pasti akan mempengaruhi pertumpuhan ekonominya. Ketiga pengerahan tiga armada kapal induk itu adalah untuk menggertak Cina agar bersedia menekan Korea Utara menghentikan uji coba rudal nuklirnya.  

Konsentrasi sejumlah kapal induk AS di sebuah kawasan memang belum pernah terjadi sebelumnya dan dapat dikatakan bahwa para panglima militer AS berhasil mendikte pendapat mereka kepada elit politik Gedung Putih dalam hal ini. Laksamana Harry Harris, Komandan Amerika Serikat untuk Wilayah Pasifik, sangat menentang kebijakan Cina dan Korea Utara dan dengan memberlakukan tekanan militer berniat memaksa kedua negara itu menyerah di hadapan Washington.

Namun Cina juga tidak tinggal diam dan dengan melakukan uji coba rudal serta meningkatkan kerjasama dengan Rusia, Beijing ingin meningkatkan strategi miilternya di hadapan Amerika Serikat serta merangkul banyak pihak sehingga dampak dari potensi petualangan Amerika Serikat di kawasan juga meningkat.

Sementara di sisi lain, Pyongyang tidak tampil lemah di hadapan gertakan Amerika Serikat dengan melanjutkan ujicoba rudalnya dan bahwa kemampuan rudalnya tidak dapat dirundingkan.(MZ)