Kecaman Global atas Keputusan Trump
Keputusan Presiden Donald Trump mengeluarkan Amerika Serikat dari Parjanjian Iklim Paris telah memicu kemarahan global dan kritikan di dalam negeri.
Sejumlah pihak termasuk penasihat Trump, para gubernur negara bagian, mantan presiden AS dan sekjen PBB serta beberapa pemimpin dunia, mengecam keputusan tersebut.
Mantan Presiden AS Barack Obama dalam sebuah pernyataan, menyatakan penyesalan atas tindakan Trump, dan menuduhnya menolak masa depan.
Mantan pesaing Trump dari Partai Demokrat, Hillary Clinton menyebut keputusan Trump keluar dari Perjanjian Iklim Paris sebagai kesalahan bersejarah.
Meski ditentang oleh banyak pihak, Trump akan tetap melaksanakan keputusan kontroversial itu.
Proses keluarnya AS dari Perjanjian Iklim Paris akan memakan waktu hampir lima tahun dan jika selama masa itu, Trump masih berkuasa di Gedung Putih, maka negara penyumbang polusi terbesar kedua di dunia secara resmi akan keluar dari sebuah kesepakatan penting dunia.
Keputusan Trump yang bertujuan untuk memenuhi kepentingan finansial dan ekonomi AS akan sangat mempengaruhi dunia.
Trump dan timnya mengatakan bahwa manusia tidak punya peran dalam perubahan iklim dan pandangan tentang dampak gas rumah kaca bagi perubahan iklim merupakan tipuan yang dilontarkan oleh rival-rival Amerika terutama Cina.
Menurut mereka, penerapan standar baru lingkungan hidup terhadap industri Amerika akan menambah biaya produksi dan mengurangi kemampuan negara ini untuk bersaing dengan rival asing. Langkah ini pada akhirnya akan menghapus kesempatan kerja di AS dan memangkas pertumbuhan ekonomi.
Pandangan tersebut tentu saja tidak diterima oleh masyarakat internasional. Para pecinta energi bersih percaya bahwa AS demi mempertahankan supremasi ekonominya atas dunia, ingin menyeret masa depan umat manusia dalam bahaya.
Trump menyatakan bahwa AS bersedia melakukan perundingan ulang terkait perjanjian perubahan iklim, namun Presiden Perancis Emmanuel Macron menolak segala kemungkinan perundingan ulang.
"Saya meminta Anda untuk tetap percaya diri. Kita akan berhasil kalau kita berkomitmen penuh. Karena dimana pun kita tinggal, siapa pun kita, kita semua berbagi tanggung jawab yang sama. Jadikan planet kita lebih hebat lagi," tegas Macron.
Gagalnya upaya untuk meyakinkan Trump menerima Perjanjian Iklim Paris, tampaknya akan memperkuat tekad Eropa untuk mengambil jalan yang berbeda dengan Amerika.
Dalam hal ini, Eropa diperkirakan akan memperkuat kerjasamanya dengan negara-negara seperti, Cina, Rusia dan India, sementara Amerika akan menghadapi pengucilan politik paling tidak dalam kasus lingkungan hidup.
Saat ini, beberapa negara bagian dan kota-kota di Amerika menegaskan komitmen mereka untuk mempertahankan Perjanjian Iklim Paris dan tidak akan mengikuti keputusan pemerintah federal.
Keputusan Trump akan membuat AS menjadi sasaran kemarahan global selama bertahun-tahun. (RM)