Meningkatnya Manuver AS di Semenanjung Korea
https://parstoday.ir/id/news/world-i39870-meningkatnya_manuver_as_di_semenanjung_korea
Tewasnya Otto Warmbier, mahasiswa Amerika Serikat yang baru saja dibebaskan oleh pemerintah Korea Utara dan diterbangkannya pesawat-pesawat pembom Amerika ke Semenanjung Korea, kembali menyeret wilayah ini ke dalam transformasi keamanan dan militer baru.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Jun 21, 2017 15:58 Asia/Jakarta

Tewasnya Otto Warmbier, mahasiswa Amerika Serikat yang baru saja dibebaskan oleh pemerintah Korea Utara dan diterbangkannya pesawat-pesawat pembom Amerika ke Semenanjung Korea, kembali menyeret wilayah ini ke dalam transformasi keamanan dan militer baru.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengkonfirmasi terbangnya pesawat-pesawat pembom Amerika itu dan menyebutkan jumlahnya ada dua unit. Pada saat yang sama, Donald Trump, Presiden Amerika menilai langkah yang dilakukan Cina untuk menyelesaikan krisis Korea tidak membuahkan hasil.

Akan tetapi tidak bisa dibantah peran Cina sudah banyak memulihkan keamanan di Semenanjung Korea, dan tidak diragukan ini adalah rekayasa Washington yang ingin menjalankan program militer jangka panjang di wilayah tersebut.

Dari sini, kematian mahasiswa Amerika yang untuk beberapa lama mendekam di penjara Korut adalah dalih yang baik bagi Washington untuk kembali melakukan aksi-aksi provokatifnya di Semenanjung Korea. Kebijakan strategis Amerika di Asia Timur dan Semenanjung Korea adalah menambah kehadiran militer dengan menciptakan krisis dan menyeret Cina ke pusaran krisis tersebut.

Penempatan sistem rudal THAAD di Korea Selatan tela membangkitkan kemarahan pemerintah Cina dan Beijing menganggap penerbangan pesawat-pesawat tempur Amerika di Semenanjung Korea dengan alasan apapun, justru semakin memperburuk situasi keamanan dan menciptakan atmosfir tidak konstruktif bagi setiap upaya politik untuk menyelesaikan krisis Korea.

Pesan yang disampikan Trump tentang kegagalan upaya Cina untuk menyelesaikan krisis Korea adalah peringatan kepada Beijing dan Pyongyang. Pengerahan pesawat-pesawat pembom Amerika ke Semenanjung Korea dilakukan dengan memanfaatkan insiden tewasnya mahasiswa Amerika setelah kembali dari Korut. Di saat yang sama Korut menunjukkan dirinya berani terjun ke dalam konflik yang lebih serius dengan Amerika.

Pavel Zolotarev, Wakil Direktur Institut Kajian Amerika dan Kanada di Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia mengatakan, pengiriman pesawat-pesawat Amerika ke Semenanjung Korea dapat diartikan sebagai perencanaan Amerika untuk menggunakan pasukannya di kawasan. Akan tetapi Korea Utara juga dapat memberikan balasan militer dan jawaban ini mungkin akan berhasil. Korut bisa memberikan pukulan rudal dan artileri telak ke pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan dan mungkin juga diarahkan ke ibukota Korsel. Pada akhirnya Washington akan terpaksa mengerahkan pasukan untuk melindungi Korsel dalam sebuah perang total di kawasan.

Poin yang patut diperhatikan adalah pengerahan pesawat-pesawat pembom Amerika ke Semenanjung Korea bukan hanya membahayakan keamanan Cina, tapi juga Rusia dan hal ini bisa berujung dengan perang luas di kawasan.

Situasi ini semakin memperburuk keadaan kawasan, mungkin karena itu Cina kerap memperingatkan hal ini. (HS)