KTT G20; Tantangan dan Prospek
https://parstoday.ir/id/news/world-i40600-ktt_g20_tantangan_dan_prospek
Konferensi Tingkat Tinggi G20 diselenggarakan tanggal 7-8 Juli 2017 di kota Hamburg, Jerman. Dalam KTT G20 ini akan dibahas sejumlah masalah. Sekalipun demikian, ada dua masalah sangat penting yang menjadi perhatian; tentang perubahan iklim dan kelanjutan tensi dengan Amerika, khususnya soal masa depan kesepakatan perdagangan.
(last modified 2026-04-28T13:34:36+00:00 )
Jul 06, 2017 09:52 Asia/Jakarta
  • KTT G20 Jerman
    KTT G20 Jerman

Konferensi Tingkat Tinggi G20 diselenggarakan tanggal 7-8 Juli 2017 di kota Hamburg, Jerman. Dalam KTT G20 ini akan dibahas sejumlah masalah. Sekalipun demikian, ada dua masalah sangat penting yang menjadi perhatian; tentang perubahan iklim dan kelanjutan tensi dengan Amerika, khususnya soal masa depan kesepakatan perdagangan.

Prediksinya dalam KTT G20 ini bakal muncul kembali perbedaan pendapat serius soal Kesepakatan Iklim Paris antara Angela Merkel, Kanselir Jerman dan Donald Trump, Presiden Amerika. Merkel sebagai tuan rumah mengagendakan pembahasan perubahan iklim sebagai prioritas, sementara pemerintah Amerika tengah berusaha menarik diri dari banyak komitmen di bidang lingkungan.

Donald Trump bersikeras bahwa keluarnya Amerika dari Kesepakatan Iklim Paris dikarenakan menurutnya kesepakatan ini tidak menjamin kepentingan Amerika. Berbeda dengan Barack Obama, mantan Presiden Amerika yang menjadi pendukung utama Kesepakatan Iklim Paris, Trump berkali-kali memrotes kesepakatan ini dan menyebutnya mencegah terealisasinya program-programnya demi memperbaiki kondisi ekonomi Amerika, khususnya di bidang energi dan industri.

Sikap Trump dalam masalah Kesepakatan Iklim Paris bukan hanya menyebabkan ketidakpuasan kepala-kepala negara industri dan kekuatan ekonomi baru, tapi membuat Merkel dalam KTT G7 mengajak enam negara lainnya menghadapi Amerika. Bila janji Trump dilaksanakan dan Amerika keluar dari Kesepakatan Iklim Paris bakal muncul bahaya, dimana negara-negara lain yang memiliki saham besar dalam penyebaran emisi gas rumah kaca dan pemanasan global bakal mencari pelbagai alasan untuk tidak melaksanakan kesepakatan ini. Tentu saja bila skenario ini jadi dilaksanakan bakal sangat membahayakan bumi dan penduduknya.

Tapi masalah lain adalah sikap Trump yang bersikeras agar Amerika keluar dari kesepakatan perdagangan dengan negara-negara lain dan kawasan. Hal ini jelas sangat mengkhawatirkan seluruh negara anggota G20. Sekaitan dengan hal ini, Trump hari Rabu (5/7) menjelang kehadirannya di KTT G20 di Jerman di laman Twitternya kembali menegaskan bahwa Amerika telah menandatangani kesepakatan perdagangan terburuk dalam sejarah dunia. Karena kesepakatan-kesepakatan ini sama sekali tidak membantu negara ini.

Sebaliknya, seluruh anggota kelompok G20, khususnya negara-negara berorientasi ekspor seperti Cina dan Jerman menekankan pentingnya komitmen Amerika terhadap perjanjian dagangnya dengan negara-negara lain dan meninggalkan kebijakan Proteksionisme. Kebijakan yang dijadikan prioritas kebijakan perdagangan dan ekonomi pemerintah baru Amerika.

Menurut Morteza Ansari, analis internasional dan mantan Duta Besar Iran di Jerman, KTT G20 di Hamburg lebih mirip konferensi untuk memperkuat perbedaan pendapat, ketimbang memperkuat pandangan bersama. Ia meyakini bahwa perbedaan pandang politik dan ekonomi negara-negara anggota G20 soal perubahan kelompok G20 dan krisis internasional sedemikian lebarnya, sehingga Angela Merkel menjelang KTT G20 menyatakan kekhawatirannya bahwa negara-negara anggota meninggalkan Hamburg sementara tidak ada hasil jelas, bahkan perbedaan pendapat semakin lebar dibandingkan sebelumnya. Kenyataan ini tentu akan menodai reputasi Jerman menjelang pemilu di negara ini.

Dengan mencermati sikap Trump terkait sejumlah masalah seperti kritikannya akan kondisi NATO saat ini dan pentingnya mereformasinya, penegasannya soal normalisasi hubungan dengan Rusia, keluar dari Kesepakatan Iklim Paris dan pentingnya merevisi kesepakatan dagang Amerika, tampaknya bukan hanya anggota G20 dari Eropa yang berbeda pendapat dengannya, tapi negara-negara anggota G20 bukan Eropa juga akan menentangnya. Dapat dikatakan bahwa KTT G20 di Jerman bakal menjadi medan konfrontasi kepala-kepala negara G20 dengan Trump!