Rusia: Rudal Terbaru Korut Bukan ICBM
-
ilustrasi rudal Korut
Rusia menyatakan Korea Utara tidak menembakkan rudal balistik antarbenua (ICBM) dalam uji coba terbarunya sebagaimana yang diklaim AS.
"Sebuah stasiun radar tipe Voronezh yang ditempatkan di wilayah Irkutsk memantau peluncuran rudal balistik jarak jauh Hwasong-14 (IRBM) dari Korea Utara, yang menempuh jarak sejauh 510 kilometer (317 mil) dalam 14 menit, mencapai ketinggian 535 kilometer (332 mil), sebelum mendarat di Laut Jepang," demikian disebutkan dalam surat yang dikirim ke sekretaris jenderal PBB dan ketua Dewan Keamanan PBB oleh Rusia pada hari Ahad.
Pekan lalu, Korea Utara mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menguji rudal balistik antarbenua (ICBM), yang menurut Pyongyang dapat mencapai titik manapun di dunia."
Badan intelijen AS menegaskan bahwa rudal tersebut kemungkinan besar adalah rudal ICBM baru dengan jarak tempuh 5.000 kilometer dan mampu menjangkau Alaska.
Usai ujicoba tersebut, terjadi perdebatan di Dewan Keamanan PBB di mana Asisten Sekretaris Jenderal PBB mendukung pendapat AS bahwa rudal Hwasong-14 memiliki karakteristik teknis seperti ICBM.
"Menurut parameter ini, rudal tersebut memiliki jangkauan sekitar 6.700 kilometer [4.168 mil] jika diluncurkan pada lintasan yang lebih khusus, menjadikannya rudal balistik antar benua (ICBM) sesuai dengan definisi yang banyak digunakan," kata pejabat PBB itu.(MZ)