Reaksi Keras Pakistan terhadap Komentar Trump
https://parstoday.ir/id/news/world-i43304-reaksi_keras_pakistan_terhadap_komentar_trump
Kementerian Luar Negeri Pakistan membantah tudingan Presiden AS Donald Trump yang menyebut negara itu telah menyediakan tempat untuk teroris, dan mengatakan Trump lebih baik membantu Pakistan memerangi terorisme daripada melemparkan tuduhan.
(last modified 2026-04-23T16:50:12+00:00 )
Aug 24, 2017 13:03 Asia/Jakarta

Kementerian Luar Negeri Pakistan membantah tudingan Presiden AS Donald Trump yang menyebut negara itu telah menyediakan tempat untuk teroris, dan mengatakan Trump lebih baik membantu Pakistan memerangi terorisme daripada melemparkan tuduhan.

"Tidak ada negara di dunia yang telah menderita lebih dari Pakistan karena bencana terorisme, yang sering dilakukan dari luar perbatasan kita. Jadi, sikap AS yang mengabaikan peran Islamabad menumpas terorisme, mengundang kekecewaan," tambahnya.

"AS lebih baik bekerjasama dengan Pakistan dalam menumpas terorisme ketimbang mengeluarkan statemen keliru tentang tempat yang aman," tegas pernyataan tersebut.

Trump ketika mengumumkan strategi baru Amerika di Afghanistan, terang-terangan menyebut Pakistan sebagai tempat yang aman bagi teroris, di mana menurutnya telah meningkatkan instabilitas di wilayah Afghanistan.

Tudingan itu disampaikan pada saat pemerintah Islamabad berharap akan menyaksikan perubahan positif dalam hubungan kedua negara di era Trump, sebab Pakistan dan AS terlibat perseteruan selama masa pemerintahan Obama.

Namun, Trump tampaknya sedang mengikuti pendekatan Obama mengenai hubungan dengan Pakistan. Pemerintahan Obama menuding Pakistan mendukung terorisme dan melakukan perang proksi di kawasan terutama di wilayah India.

Komentar keras Trump merupakan indikasi dari berlanjutnya ketegangan dalam hubungan Islamabad-Washington. Hal ini dapat mendorong Pakistan untuk menjauh dari AS dan kemudian mempererat hubungannya dengan Rusia dan Cina, sebagai dua rival global Paman Sam.

Di tengah ketegangan tersebut, AS juga terus meningkatkan hubungannya dengan India.

Seorang analis Pakistan, Sayid Rashid Abbas Naqvi mengatakan, "Selama satu tahun lalu dan sejak pemerintah Washington lebih condong ke arah New Delhi, para pejabat Pakistan mulai mengejar strategi yang akan menjauhkan negeri mereka dari Amerika."

Dengan memperhatikan reaksi sebagian partai politik dan media Pakistan terhadap tudingan Trump, pemerintah Islamabad sekarang menghadapi tekanan publik agar meninjau ulang hubungannya dengan Washington.

Sikap Trump terhadap Pakistan dapat memancing tindakan balasan dari Islamabad dan pada akhirnya akan menyebabkan kegagalan strategi Amerika di Afghanistan.

Dalam hal ini, seorang pengamat politik Afghanistan, Wahid Muzdeh mengatakan bahwa tekanan AS terhadap Pakistan akan mengakibatkan meluasnya medan perang dan meningkatkan pertempuran di Afghanistan. (RM)