Tudingan Baru Pakistan kepada Afghanistan
-
Shakib Mustaghni, juru bicara Kemenlu Afghanistan
Departemen Luar Negeri Afghanistan saat mereaksi statemen menhan Pakistan terkait bahwa kelompok teroris bersembunyi di Afghanistan menyatakan, Islamabad lebih baik memerangi kelompok teroris ketimbang mencitrakan Kabul sebagai pihak yang bersalah.
Shakib Mustaghni, juru bicara Kemenlu Afghanistan saat mereaksi pernyataan terbaru, Menhan Pakistan, Khurram Dastgir menyatakan, negara ini lebih baik memerangi kelompok teroris secara jujur.
Baru-baru ini negara-negara anggota BRICS seraya merilis statemen menyatakan kekhawatirannya keberadaan kelompok teroris di wilayah Pakistan, namun menhan negara ini saat mereaksi pernyataan tersebut mengungkapkan bahwa kelompok teroris tidak bersembunyi di wilayahnya, tapi di Afghanistan.
Shakib Mustaghni menjelaskan, bukan saja Afghanistan, bahkan Amerika dan Cina sebagai sekutu Pakistan bersama negara kawasan dan dunia membenarkan adanya tempat persembunyian yang aman kelompok teroris di wilayah Pakistan.
Ia menambahkan, Pakistan senantiasa menolak jika disebut sebagai pihak yang salah dan berusaha menuding negara lain dengan klaim-klaim palsu.
Saling tuding oleh Pakistan dan Afghanistan terkait tempat persembunyian kelompok teroris di wilayan masing-masing berubang menjadi skema berkelanjutan di hubungan mereka.
Menyorot sejarah tudingan seperti ini, Afghanistan sejak tahun 2001 hingga kini serta keberadaan militer asing di negara ini, senantiasa menuding Pakistan sebagai zona aman bagi kelompok teroris dan wilayah adat negara ini menjadi tempat kelompok radikal dalam merancang dan menjalankan berbagai aksi merusak serta kekerasan di Afghanistan.
Sekitar empat tahun lalu, proses tudingan berubah dari aksi sepihak menjadi dua arah ketika Afghanistan mulai mendakwa Pakistan sebagai tempat perlindungan kelompok teroris. Di sisi lain, pemerintah dan militer Pakistan juga mengklaim Afghanistan sebagai tempat persembunyian kelompok terors dan radikal yang banyak beroperasi di negara ini serta mengancam keamanan dan stabilitas Pakistan.
Mohibullah Sharif, pengamat politik Afghanistan mengatakan, Pakistan senantiasa menebar klaim palsu terkait isu instabilitas dan kelompok teroris di Afghanistan. Dengan rencana seperti ini, Islamabad ingin menyembunyikan wajah aslinya.
Aksi saling tuding antara Pakistan dan Afgahnistan terjadi di saat mayoritas negara kawasan dan transregional menerima sikap Afghanistan terkait tempat persembunyian teroris di wilayah Pakistan dan sebaliknya mereka tidak mendukung sikap Pakistan di kasus ini.
Kebijakan Pakistan dalam memerangi terorisme yang dinilai tidak transparan mendorong bantuan finansial dan militer sejumlah negara kepada Islamabad dibatasi atau dihentikan.
Qasim Mozaffari, pengamat politik di Afghanistan juga mengatakan, Pakistan hanya meneriakkan slogan kerja sama perang melawan terorisme dan menarik bantuan asing, tapi dalam prakteknya negara ini mempersenjatai dan menjamin kebutuhan teroris serta mengekspor terorisme ke Afghanistan dan negara-negara lain.
Kekhawatiran Cina dan Rusia sebagai dua anggota BRICS terkait keberadaan teroris di wilayah Pakistan bahkan dijadikan indikasi dukungan oleh jubir kemenlu Afghanistan akan sikap Kabul oleh sekutu Islamabad khususnya Cina. (MF)