Menlu Malaysia: ASEAN Gagal Atasi Krisis Rohingya
-
Rohingya
Menteri luar negeri Malaysia menilai ASEAN tidak mampu menyelesaikan masalah yang menimpa Muslim Rohingya, dan akan melanjutkan negosiasi dengan menggunakan saluran OKI dan PBB.
"Saya berpendapat ASEAN tidak lagi dapat menangani isu ini. Saya tidak lagi menaruh harapan terhadap ASEAN. Kami telah menggelar tujuh pertemuan, dan Malaysia telah menyuarakan kekhawatirannya kepada Myanmar dan mereka (Myanmar) berjanji akan menangani masalah itu," ujar Anifah Aman, sebagaimana dilansir situs Bernama hari Kamis (7/9/2017).
"Tapi hingga hari ini, tiada yang dilakukan. Oleh itu, Malaysia mungkin akan mengangkat perkara ini di tingkat lain, misalnya PBB dan OKI," tegas menlu Malaysia.
Kementerian luar negeri Malaysia memanggil duta besar Myanmar untuk menyampaikan nota protes terhadap pemerintah Myanmar atas berlanjutnya kekerasan terhadap Muslim Rohingya.
Seorang pejabat PBB mengatakan bahwa 300.000 Muslim Rohingya telah melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh untuk menghindari berlanjutnya kekerasan terhadap mereka di Rakhine.
Dalam sebuah surat kepada Dewan Keamanan pada Selasa, Sekjen PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinannya bahwa kekerasan tersebut dapat memicu terjadinya tragedi kemanusiaan.
Sejak 25 Agustus 2017 sampai kemarin, 6.334 orang tewas di negara bagian Rakhine dan 8.349 lainnya terluka. Sejak masa itu pula, 103 desa dan 23.250 rumah telah musnah dibakar, 500 masjid dan 250 sekolah juga dihancurkan.