Serangan Udara AS di Afghanistan Meningkat Drastis
-
Pasukan Amerika Serikat di Afghanistan.
Serangan udara Amerika Serikat meningkat menjadi 503 kasus pada bulan lalu, di mana belum pernah terjadi dalam lima tahun terakhir.
Kantor berita Tasnim mengutip Komando Pusat Angkatan Udara AS melaporkan, Rabu (13/9/2017), pesawat tempur F-16 dan drone MQ-9 Reaper telah menjatuhkan lebih dari 2000 bom di Afghanistan selama delapan bulan terakhir. Angka ini naik dua kali lipat dibanding pemboman tahun 2016.
Serangan itu dilakukan tanpa berkoordinasi dengan pemerintah Kabul dan menelan banyak korban dari warga sipil. Dua pekan lalu, serangan drone AS ke sebuah desa di Provinsi Herat, barat Afghanistan menewaskan 35 warga sipil.
Bagian dari strategi baru AS di Afghanistan adalah menambah volume serangan udara di negara tersebut. Dalam dua tahun terakhir, serangan udara AS telah menewaskan ratusan warga sipil Afghanistan.
Presiden Donald Trump mengatakan bahwa AS akan menambah jumlah pasukan di Afghanistan antara 3500-5000 personel.
Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) dalam laporannya mengatakan bahwa sejak tahun 2007 sampai Agustus 2017, sekitar 76 ribu warga sipil tewas dan terluka dalam perang di Afghanistan. (RM)