Rusia Memperingatkan AS Soal Mundur dari JCPOA
-
Juru bicara Presiden Rusia, Dmitry Peskov.
Juru bicara presiden Rusia pada Senin (9/10/2017), kembali memperingatkan konsekuensi keluarnya Amerika Serikat dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) atau kesepakatan nuklir Iran.
Dmitry Peskov mengatakan, jika sebuah negara seperti AS – sebagai salah satu pihak penting dalam kesepakatan nuklir – akan menarik diri dari JCPOA, maka ini akan memiliki dampak negatif dan juga meningkatkan ketidakpercayaan kepada Washington.
"Kita hanya bisa memprediksi esensi konsekuensi tersebut dan kita sekarang sedang fokus ke situ," tambahnya.
Peskov menekankan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah berulang kali mengingatkan pentingnya JCPOA bagi masyarakat internasional.
Presiden AS Donald Trump, sesuai dengan undang-undang Kongres, berkewajiban untuk mengesahkan komitmen Iran terhadap kesepakatan nuklir sampai 15 Oktober 2017. Sejauh ini, Trump telah dua kali mengkonfirmasi kepatuhan Iran.
Media-media Amerika berspekulasi bahwa Trump akan melempar bola ke Kongres dengan menyatakan ketidakpatuhan Iran terhadap kesepakatan nuklir sehingga para legislator akan menentukan posisi AS dalam JCPOA.
Terlepas dari fakta bahwa negara-negara lain dalam kesepakatan, IAEA dan PBB secara konsisten telah menegaskan komitmen Iran terhadap kewajibannya, tapi para pejabat Amerika berulang kali mengklaim bahwa Tehran tidak mematuhi semangat JCPOA. (RM)