Pejabat Rusia: Suriah akan Segera Bebas dari Teroris
-
Kegembiraan tentara Suriah setelah membebaskan salah satu daerah yang diduduki teroris.
Kepala Komisi Pertahanan dan Keamanan Dewan Federasi Rusia, Viktor Bondarev mencatat bahwa seluruh operasi kontra-terorisme di Suriah dapat diprediksi dengan pasti.
Bondarev, seperti dikutip IRNA, Sabtu (4/11/2017), mengatakan Angkatan Bersenjata Rusia sedang melakukan tahap akhir operasi, yang dimulai setelah pembebasan Raqqa dan sekarang kurang dari 5 persen wilayah Suriah berada di tangan teroris.
"Masyarakat internasional harus bersatu untuk perlawanan bersama terhadap organisasi teroris dan terorisme sebagai sebuah fenomena sosial dan politik, dan salah satu ancaman utama keamanan internasional di abad ke-21," tambahnya.
Bondarev menuturkan, ketika aksi penumpasan Daesh di Suriah akan berakhir, pendukung mereka (Amerika Serikat dan sekutunya) sedang mencari cara agar para bawahan mereka bisa mundur, dan Afghanistan adalah salah satu arah yang paling mungkin untuk ini.
"Pada akhir Oktober, pasukan pemerintah Suriah menemukan berbagai senjata milik Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di sebuah gudang senjata," ujarnya.
Dalam operasi gabungan militer Suriah dan Angkatan Udara Rusia, sebagian besar daerah yang diduduki oleh para teroris dukungan AS dan beberapa negara Arab di kawasan telah dibebaskan.
Krisis di Suriah dimulai sejak 2011 dengan serangan besar-besaran kelompok teroris yang didukung Arab Saudi, AS dan sekutunya termasuk Turki, untuk mengubah perimbangan regional yang menguntungkan Israel. (RM)