Amerika Ajak Negara Lain Intervensi Iran
-
Donald Trump
Menyusul unjuk rasa warga di beberapa kota Iran yang memprotes tidak adanya tindakan tegas pemerintah terhadap para pelaku penggelapan dana sejumlah institusi keuangan, dan melambungnya harga-harga serta lemahnya manajemen pemerintah, Amerika Serikat mengajak negara lain untuk mengintervensi Iran.
Presiden Amerika, Donald Trump dalam pesan Twitternya hari ini, Sabtu (30/12) menulis, banyak laporan tentang unjuk rasa damai warga Iran yang kesal dengan korupsi yang dilakukan rezim dan penghamburan uang negara untuk mendanai terorisme di luar negeri. Pemerintah Iran harus menghormati hak rakyatnya, termasuk hak mengungkapkan pendapat. Dunia menyaksikan.
Kementerian Luar Negeri Amerika juga mengeluarkan pernyataan anti-Iran dan mengajak negara-negara dunia untuk melakukan apa yang disebutnya sebagai mendukung rakyat Iran.
Bersamaan dengan itu, media-media Amerika, Inggris dan Arab Saudi berusaha memberikan nuansa politis atas unjuk rasa warga di beberapa kota Iran.
Ini bukan untuk pertama kalinya Amerika secara terang-terangan mencampuri urusan dalam negeri Iran.
Pada tahun 2009, Amerika juga mendukung kerusuhan di Iran dan berusaha menggulingkan Republik Islam Iran. Hillary Clinton, menlu Amerika kala itu secara terbuka mengumumkan, kami akan melanjutkan dukungan kami atas para perusuh.
Meski demikian rakyat Iran pada tanggal 9 Dey atau 30 Desember 2009 menjawab konspirasi Amerika itu dengan turun ke jalan. Jutaan rakyat Iran pada tanggal 9 Dey menggelar unjuk rasa besar-besaran untuk menunjukkan dukungannya atas Republik Islam Iran dan mengecam intervensi Amerika. (HS)