Menyorot Lawatan Menlu India ke Tiga Negara Asia Tenggara
https://parstoday.ir/id/news/world-i49361-menyorot_lawatan_menlu_india_ke_tiga_negara_asia_tenggara
Menteri Luar Negeri India, Sushma Swaraj memulai safari lima harinya ke tiga negara Asia Tenggara.
(last modified 2025-11-29T10:00:05+00:00 )
Jan 06, 2018 15:06 Asia/Jakarta
  • Menlu India Sushma Swaraj
    Menlu India Sushma Swaraj

Menteri Luar Negeri India, Sushma Swaraj memulai safari lima harinya ke tiga negara Asia Tenggara.

Sushma Swaraj dijadwalkan mengunjungi tiga negara Asia Tenggara, Thailand, Singapura dan Indonesia serta bertemu dengan petinggi ketiga negara tersebut membicarakan hubungan bilataral, isu-isu yang diminati kedua pihak, serta transformasi penting regional dan global.

Menlu India Sushma Swaraj

Tujuan dari kunjungan menlu India ke tiga negara Asia Tenggara ini disebut-sebut untuk memperkokoh hubungan luar negera dan strategis.

Kunjungan menlu India ke tiga negara Asia Tenggara dalam koridor strategi New Delhi untuk memperluas kerja sama regional dan meningkatkan hubungan strategis dengan poros ekonomi dan perdagangan.

India yang termasuk kekuatan ekonomi baru dunia berusaha menjamin dan merealisasikan sebagian laju ekonomi yang telah dicanangkannya melalui pengokohan hubungan ekonomi yang permanen di kawasan dengan negara-negara seperti Singapura, Thailand dan Indonesia serta melalui hubungan perdagangan luar negeri.

Dalam koridor perspektif ekonomi India ini, strategi ekonomi luar negeri India fokus pada aktivitas di pasar ketiga negara Asia Tenggara ini serta menjajakan produknya di pasar konsumsi mereka.

Thailand, Singapura dan Indonesia yang memiliki ekonomi maju di banding dengan negara kawasan lainnya, menjadi peluang bagi pemerintah New Delhi untuk berinvestasi dan berpartisipasi di sektor teknologi dan ekonomi berbasis pengetahuan di negara-negara tersebut. Ini tujuan ekonomi luar negeri India.

India selain bekerja sama dan terlibat di sektor industri dan ekonomi, juga menghendaki kerja sama dan kolaborasi dengan negara-negara Asia Tenggara yang seluruhnya memiliki ancaman bersama terorisme. Khususnya sejak dua tahun lalu hingga kini, kelompok teroris Daesh mulai mengubah ektivitas geografinya dari Asia Barat ke Asia Tenggara dan menjadi ancaman serius bagi negara kawasan.

India yang seperti negara-negara Asia Tenggara menghadapi ancaman Daesh, berencana membentuk kerja sama regional untuk mempersiapkan jalur bersama melawan Daesh.

Menlu India dan Indonesia

Negara-negara Asia Tenggara yang juga sama dengan India, memiliki kemampuan membangun perekonomiannya, khawatir akan dampak terorisme dan maraknya arus radikalisme terhadap laju perekonomian mereka.

Melawan terorisme dengan bertumpu pada pencerabutan akar dan gerakan pendukung radikalisme sebuah keharusan yang tidak dapat dipungkiri untuk mengendalikan aktivitas teroris yang saat ini Arab Saudi terkenal sebagai pendukung teroris Daesh di kawasan.

Ralph Peters, pengamat militer Amerika mengatakan, "Daesh dan kubu radikal berkembang di Asia Tenggara dengan uang dan dukungan Arab Saudi."

Kekhawatiran terkait maraknya Daesh dukungan Arab Saudi di Asia Tenggara lebih besar khususnya di Malaysia dan Indonesia, mengingat dukungan resmi Riyadh terhadap gerakan dan pusat-pusat pendidikan serta budaya di kedua negara ini. (MF)