Rohingya Tuntut Jaminan Keamanan
-
Pengungsi Rohingya
Sejumlah perwakilan Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine menyerukan supaya pemerintah Myanmar memberikan hak kewarganegaraan kepada pengungsi Rohingya dan jaminan keamanan ketika mereka kembali ke tanah kelahirannya.
Sebuah delegasi terdiri dari enam orang Rohingya yang mewakili 40 desa di Rakhine menyampaikan permohonan kepada pemerintah Myanmar mengenai keselamatan para pengungsi Rohingya dari Bangladesh.
Mereka juga meminta pemerintah mengeluarkan izin permanen bagi pengungsi Rohingya yang kembali ke tempat tinggalnya di Rakhine.
Sehari sebelumnya, ratusan orang pengungsi Rohingya di Bangladesh berunjuk rasa untuk memprotes keputusan Dhaka mengembalikan mereka ke Myanmar tanpa mempertimbangkan keamanan mereka setelah kembali.
Pemerintah Bangladesh dan Myanmar menandatangani perjanjian repatriasi pengungsi Rohingya ke Rakhine pada 25 November 2017. Tapi sebagian pengungsi Rohingya menolak untuk kembali, karena keselamatan nyawanya tidak dijamin setelah kembali.
PBB menyatakan proses pemulangan pengungsi Rohingya harus dilakukan secara sukarela dan tanpa paksaan.
Sejak gelombang baru kekerasan terhadap Rohingya kembali pecah pada 25 Agustus 2017 lalu hingga kini, lebih dari enam ribu orang tewas, delapan ribu orang cidera dan lebih dari 800.000 orang terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri dengan meninggalkan Rakhine menuju Bangladesh.(PH)