ARSA Reaksi Keputusan Petinggi Myanmar
-
ARSA
Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA) menilai keputusan petinggi Myanmar memulangkan pengungsi Muslim Rohingya dari Bangladesh ke negara ini sebagai penipuan.
IRIB melaporkan, ARSA Ahad (21/1) di statemennya mengumumkan, usulan petinggi Myanmar memulangkan pengungsi Myanmar dari Bangladesh ke negara ini hanya akan meningkatkan kesulitan dan penderitaan pengungsi.
ARSA seraya mengisyaratkan bahwa puluhan ribu warga Muslim Rohingya telah ditempatkan di kamp-kamp di kota Sittwe, Provinsi Rakhine sejak awal kekerasan di tahun 2012, menyatakan, tujuan petinggi Myanmar adalah membuat Muslim Rohingya terperangkap di kamp-kamp, merapas tanah mereka dan menjadikannya sebagai lahan industri atau pertanian.
Myanmar dan Bangladesh November tahun lalu menandatangani nota kesepahaman (MoU) akan memulangkan sekitar 750 ribu pengungsi Muslim Rohingya yang memasuki Bangladesh sejak Oktober 2016 dalam tempo dua tahun.
Kesepakatan ini dijadwalkan mulai diberlakukan sejak pekan depan.
Sementara itu, Muslim Rohingya menolak kembali ke Provinsi Rakhine, di barat Mynamar dan mereka meyakini bahwak ejahatan militer Myanmar dan ekstrimis Budha terhadap mereka akan tetap berlanjut. (MF)