HRW: Tidak Ada Jaminan Keselamatan untuk Rohingya di Myanmar
-
pengungsi Rohingya
Human Rights Watch (HRW) mengungkapkan keprihatinan soal kembalinya pengungsi Rohingya ke Myanmar dan menyatakan "Tidak ada jaminan internasional untuk melindungi pengungsi Rohingya saat mereka kembali ke Myanmar.
"Ada kemungkinan bahwa saat kembalinya pengungsi Rohingya ke Myanmar, akan terulang lagi peristiwa yang sama yang menyebabkan mereka melarikan diri dari rumah mereka," demikian disebutkan HRW pada hari Ahad (28/1/2018).
Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengumumkan bahwa sekitar 962.000 Muslim Rohingya mengungsi ke wilayah perbatasan di tenggara Bangladesh, di mana 655.000 di antaranya berlindung di Bangladesh pasca dimulainya gelombang kekerasan baru pada 25 Agustus 2017 di Rakhine.
Bangladesh mengumumkan bahwa, menurut sebuah kesepakatan dengan pemerintah Myanmar, proses pemulangan pengungsi Rohingya ke negara mereka akan dimulai pada akhir Januari 2018.
Bangladesh dan Myanmar menandatangani sebuah kesepakatan untuk memulangkan pengungsi Rohingya ke Rakhine pada tanggal 25 November 2017, namun para pengugnsi Rohingya sendiri banyak yang menolak kembali ke Myanmar. Perserikatan Bangsa-Bangsa juga mengatakan bahwa proses pemulangan pengungsi Rohingya harus dilakukan secara sukarela.(MZ)