Hadiah Nuklir AS, Kehancuran Umat Manusia
-
Senjata nuklir Amerika Serikat
Kementerian pertahanan AS hari Jumat (2/2) mengeluarkan nota baru mengenai kondisi nuklir negaranya.
Berdasarkan dokumen tentang penyelidikan kondisi nuklir Amerika Serikat ini, Presiden AS, Donald Trump memudahkan penggunaan senjata nuklir, dan mengurangi pembatasan yang telah diambil selama ini mengenai senjata pemusnah massa itu.
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif Sabtu malam (3/2) mereaksi kebijakan nuklir baru AS di twitternya dengan menulis, "Peninjauan kondisi nuklir AS menunjukkan ketergantungan lebih besar AS terhadap senjata nuklir, dan pelanggaran terhadap traktat larangan produksi dan penyebaran senjata nuklir, (NPT),".
"Tidak heran, ketika "Jam akhir zaman" dalam kondisi paling berbahaya dan terburuk terjadi di tahun 1953," cuit Zarif.
Akhir zaman adalah jam simbolik yang dikemukakan sekelompok ilmuwan nuklir untuk menunjukkan kemungkinan bahaya perang nuklir. Ketika jarum jam menunjukkan pukul 12 akan terjadi perang nuklir.
Presiden sekaligus CEO Bulletin of the Atomic Scientists, Rachel Bronson mengungkapkan, "Dengan mempertimbangkan bahaya luar biasa kondisi saat ini, komite sains dan keamanan buletin mengungkapkan jam akhir zaman lebih dekat 30 menit menuju waktu terjadinya tragedi. Ini kondisi paling dekat dengan waktu akhir zaman, dan sebelumnya hanya sekali kondisi tersebut terjadi di tahun 1953 dan perang dingin,".
Jarum jam akhir zaman hanya dua menit ke arah 12 yang menunjukkan kondisi paling dekat dengan perang nuklir dari setengah abad lalu hingga kini.
Teoritikus sekaligus kritikus AS, Noam Chomsky pada Juli 2015 lalu dalam pidatonya menjelaskan, "Di arena global, kita bergerak dengan cepat menuju dua tepi jurang, dan dipastikan akan terjatuh di dalamnya... Dua jurang itu, satu bencana lingkungan hidup yang akan terjadi dalam waktu dekat, dan lainnya yang pernah terjadi sekitar 70 tahun silam, yaitu ancaman perang nuklir,".
Kini, Trump secara terang-terangan berupaya membuka jalan menuju dua jurang itu melebihi sebelumnya.
Chomsky juga menyebut AS dan Israel sebagai dua unsur paling berbahaya di dunia yang terus-menerus melakukan agresi, kekerasan dan aksi terorisme dan tindakan ilegal lainnya. Masalahnya AS dan Israel sama-sama memiliki senjata nuklir.
Strategi baru nuklir Amerika bisa menimbulkan bencana besar dengan berpijak pada dokumen nuklir negara ini yang membuka kemungkinan penyerangan menggunakan senjata nuklir terhadap negara non-nuklir.
Peneliti Heritage Institute menilai nota ini masih ambigu mengenai waktu dan mekanisme aksinya, sehingga AS menjadi pemilik sistem pertahanan yang lebih baik dibandingkan negara yang diserangnya.
Lapisan paling berbahaya dari pandangan tersebut muncul ketika nota ini menjadikan senjata nuklir sebagai kekuatan pertahanan AS. Hal ini bermakna bahwa AS sedang menghilangkan hambatan mengenai penggunaan senjata nuklir dengan berbagai alasan. Kini muncul pertanyaan besar sekaligus ironis, bagaimana mungkin AS dengan pemikiran berbahaya tersebut, menjadikan dirinya khawatir dengan ancaman nuklir global.(PH)