Obama Ajukan Pajak untuk Minyak Mentah
Pemerintah Amerika Serikat akan mengusulkan pengenaan pajak untuk minyak mentah.
Seperti dilansir Reuters, Gedung Putih pada Kamis (4/2/2016) mengumumkan bahwa Presiden Barack Obama dalam draft anggaran yang akan diajukan pekan depan, mengusulkan pajak 10 dolar untuk per barel minyak mentah guna mendanai perbaikan infrastruktur transportasi massal.
“Dengan mengenakan pajak atas minyak, draft Obama akan menciptakan insentif yang jelas untuk inovasi sektor swasta guna mengurangi ketergantungan AS pada minyak dan pada saat yang sama berinvestasi di sektor teknologi energi bersih yang akan memberikan kekuatan masa depan kita," kata pernyataan Gedung Putih.
Pajak itu akan dibayarkan oleh perusahaan minyak secara bertahap selama lima tahun. Rencana itu langsung mendapat cemoohan dari anggota parlemen di Kongres yang dikuasai Partai Republik.
Pajak 10 dolar untuk per barel minyak (per barel minyak sekitar 159 liter) terbilang sangat tinggi untuk kondisi saat ini, di mana harga minyak berkisar antara 30-35 dolar per barel.
Neal Kirby, juru bicara Independent Petroleum Association of America, dalam satu pernyataan mengatakan bahwa pada saat perusahaan minyak akan melalui krisis keuangan terburuk dalam lebih dari 25 tahun terakhir, maka itu tidak masuk akal untuk menaikkan biaya.
“Pajak itu pada akhirnya akan berdampak pada konsumen AS, yang telah memperoleh manfaat dari harga bensin yang rendah,” tambahnya. (IRIB Indonesia/RM)