AS Ingin Jauhkan Suriah dari Iran dan Hizbullah
https://parstoday.ir/id/news/world-i54048-as_ingin_jauhkan_suriah_dari_iran_dan_hizbullah
Salah satu anggota staf pimpinan parlemen Suriah mengatakan, atas perintah Amerika Serikat, sebagian negara Arab termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mencoba menjalin hubungan dengan Suriah agar negara ini memutus hubungan dengan Iran dan Hizbullah.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 27, 2018 22:52 Asia/Jakarta
  • Iran dan Suriah
    Iran dan Suriah

Salah satu anggota staf pimpinan parlemen Suriah mengatakan, atas perintah Amerika Serikat, sebagian negara Arab termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mencoba menjalin hubungan dengan Suriah agar negara ini memutus hubungan dengan Iran dan Hizbullah.

Khalid Al Aboud dalam wawancara dengan stasiun televisi Alalam (27/3/2018) terkait pertemuan rahasia pejabat Saudi dan Suriah yang untuk pertama kali diungkap oleh Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrullah, menjelaskan, tidak diragukan, usulan yang disampaikan Saudi kepada Suriah bukan hal baru, tapi sejalan dengan tujuan Amerika.

Menurut Khalid Al Aboud, Amerika beberapa kali berusaha memutus hubungan Suriah dengan Iran dan Hizbullah, demi menjaga keamanan rezim Zionis Israel. Pemerintah Saudi, katanya, membujuk Damaskus untuk memutuskan hubungannya dengan Iran dan Hizbullah.

Ia menegaskan, pemerintah Suriah berkat kerja keras pasukannya dan bantuan serta dukungan mitra-mitranya, berhasil mengatasi permasalahan dan mengalahkan terorisme.

bendera Suriah dan Hizbullah

Oleh karena itu, bukan hanya Saudi, tapi UEA dan beberapa negara lain, juga berusaha menjalin hubungan dengan Suriah lewat berbagai cara, sehingga bisa merusak hubungan Damaskus dengan Iran dan Hizbullah.

Sekjen Hizbullah sebelumnya mengungkap pertemuan rahasia pejabat tinggi Saudi dan Suriah. Ia mengatakan, Saudi dalam pertemuan itu meminta agar hubungan Suriah dengan Iran dan Hizbullah, diakhiri.

Pada saat yang sama, Riyadh berusaha melanjutkan dukungan atas teroris di Suriah dan memberikan bantuan senilai ratusan milyar dolar untuk merekonstruksi negara itu. (HS/PH)