Koalisi Militer Tokyo-Manila hadapi Cina
https://parstoday.ir/id/news/world-i5416-koalisi_militer_tokyo_manila_hadapi_cina
Masuknya dua kapal perusak dan sebuah kapal selam Jepang ke perairan Filipina, menandai peningkatan kerja sama militer antara Tokyo dengan Manila.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 04, 2016 15:21 Asia/Jakarta
  • Koalisi Militer Tokyo-Manila hadapi Cina

Masuknya dua kapal perusak dan sebuah kapal selam Jepang ke perairan Filipina, menandai peningkatan kerja sama militer antara Tokyo dengan Manila.

AFP melaporkan, juru bicara angkatan laut Filipina mengkonfirmasi berita masuknya dua kapal perusak dan satu kapal selam Jepang ke Subic, yang terletak sekitar 200 kilometer dari Manila.

Di tempat yang sama juga ditempatkan pasukan AS. Selain di Subic, pasukan AS menempati pangkalan udara Clara yang terletak di Pampanga. Pasca perang dingin, dua pangkalan militer ini berada dalam pengawasan ketat pemerintah Filipina.

Setelah 15 tahun, masuknya dua kapal perusak dan satu kapal selam Jepang ke Filipina mengindikasikan bahwa sekutu AS di kawasan timur Asia dan Asia Tenggara secara sadar siap memasuki proxy war dengan Cina. Tapi, meletusnya perang sebenarnya dengan Cina bergantung kepada situasi dan kondisi serta faktor lain.

Filipina mengklaim kerja sama militer dengan Jepang dalam upaya meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional, sekaligus memperkuat kerja sama maritim kedua negara. Pemerintah Jepang berupaya menutupi motif utama kerja sama militer ini, terutama terhadap rakyatnya sendiri, dan publik regional maupun global, dengan menyebut aksi tersebut bertujuan damai.

Tapi bersamaan dengan penempatan alutsista besar-besaran di berbagai tempat di Asia oleh AS dan latihan perang bersama antara AS dan Filipina, kerja sama militer antara Jepang dan Filipina memberi indikasi lain.

Pastinya, penempatan dua kapal perusak dan satu kapal selam Jepang di pelabuhan Subic akan memperuncing friksi di kawasan Perairan Laut Cina Selatan antara Cina dan sejumlah negara Asia Tenggara dan Asia Timur.

Kerja sama militer antara dua sekutu AS di Asia menunjukkan penguatan ikatan kerja sama militer. Sebab, Jepang memaknainya sebagai pembukaan bagi masuknya bantuan militer lebih besar Tokyo terhadap Manila. Jepang berkomitmen untuk mengirimkan lima jet tempur dan sejumlah alutsista lainnya ke Filipina. Tokyo ingin menunjukkan kepada Manila mengenai perannya dalam konflik di perairan Laut Cina Selatan sebelum jatuhnya vonis Mahkamah Internasional terhadap masalah tersebut.

Para analis politik menilai kerja sama militer antara Manila dan Filipina sebagai bagian dari koalisi regional menghadapi Beijing. Pada Maret 2016 lalu, ditandatangani sebuah kontrak militer antara Jepang dan Filipina. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Jepang akan memenuhi kebutuhan militer dan pertahanan serta logistik Filipina. Oleh karena itu, statemen para pejabat Jepang dan Filipina yang mengklaim kerja sama militer kedua negara adalah hal biasa saja tidak bisa jadi pijakan.

Jepang berkomitmen untuk mendukung kebutuhan alutsista negara-negara dunia ketiga. Para analis politik menilai penandatanganan kontrak kerja sama militer antara Jepang dan Filipina sebagai bagian terpenting dari seluruh kerja sama Tokyo dengan negara Asia Tenggara dalam menghadapi Cina.

Kini, Jepang mengambil keuntungan dari friksi yang disulut AS di kawasan timur Asia dan tenggara dengan menjual alutsistanya, termasuk kepada Filipina.(PH)