Gelombang Pertama Pengungsi Rohingya Kembali ke Myanmar
-
Pengungsi Rohingya
Pemerintah Myanmar menyatakan gelombang pertama pengungsi Rohingya telah kembali ke Rakhine.
AFP melaporkan, gelombang pertama dari 900.000 orang pengungsi Rohingya di Bangladesh yang meninggalkan negaranya untuk menyelamatkan diri dari serangan ekstremis Budha dan tentara Myanmar, telah kembali ke Rakhine.
Komisi informasi pemerintah Myanmar menyatakan, lima anggota dari sebuah keluarga Rohingya Sabtu pagi kembali ke kamp pengungsi Taungpyoletwei, di negara bagian Rakhine.
Tapi, statemen tersebut tidak menyinggung kelanjutan repatriasi pengungsi Rohingya ke negaranya.
Pekan lalu, Menteri Kesejahteraan Myanmar, Win Myat Aye dalam lawatannya ke Bangladesh mengklaim pemulangan pengungsi Rohingya ke Rakhine sebagai prioritas pemerintah Myanmar.
Pada November 2017, pejabat Myanmar dan Bangladesh menandatangani kesepakatan repatriasi 700.000 pengungsi Rohingya dari Bangladesh, tapi hingga kini pemerintah Myanmar tidak melakukan tindakan serius untuk menyiapkan sarana untuk merealisasikannya.
Babak baru kejahatan ekstremis Budha yang didukung tentara Myanmar terhadap Muslim Rohingya meletus sejak Agustus 2017 lalu hingga kini telah menewaskan ribuan orang, dan menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi untuk menyelamatkan diri.(PH)