NATO Ingin Bersikap Tegas di Hadapan Rusia
-
Sekjen Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Jens Stoltenberg.
Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengakui bahwa aliansi ini berada dalam situasi yang tidak pernah terjadi sebelumnya dengan Rusia.
Seperti dilansir kantor berita Anadolu, Sabtu (28/4/2018), Stoltenberg dalam sebuah pernyataan di Markas NATO di Brussels, mengatakan, "Kami tidak ingin membangun kemitraan strategis dengan Rusia setelah Perang Dingin."
"Jadi, kami harus memperkuat aliansi di hadapan Rusia, tetapi pada saat yang sama tetap membuka peluang untuk dialog," tegasnya.
Dia juga kembali mengulangi klaim para pemimpin Barat tentang penggunaan senjata kimia di Suriah, dan menuturtkan bahwa aliansi terus mendukung solusi politik di Suriah yang dipimpin oleh PBB.

Mengacu pada rencana pembelian sistem pertahanan udara Rusia, S-400 oleh Turki, Stoltenberg mengatakan, "Masalah ini telah kami bahas dalam kunjungan terbaru saya ke Ankara."
"Saya berdiskusi dengan para pejabat Ankara terkait pernyataan AS yang kemungkinan akan menjatuhkan sanksi terhadap Turki. Dalam hal ini, NATO mendukung dialog antara Ankara dan Washington," tegasnya. (RM)