Trump: Kesepakatan Nuklir Iran adalah Dusta
-
Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Ahad (13/5/2018) dini hari kembali mengulang tuduhan tak berdasarnya terhadap Iran dan menyebut kesepakatan nuklir JCPOA sebagai sebuah kebohongan.
Fars News melaporkan, Presiden Amerika, Donald Trump dalam pesan Twitternya menuduh anggaran pertahanan Iran pasca penandatanganan kesepakatan nuklir, meningkat 40 persen dan hal ini menjadi bukti lain kebohongan JCPOA.
Trump sebelumnya menyebut kesepakatan nuklir Iran sebagai kesepakatan yang cacat dan sebuah kebohongan besar.
Seiring naiknya Trump menjadi presiden Amerika, pemerintah Washington menerapkan kebijakan permusuhan yang lebih besar terhadap Tehran.
Pada hari Selasa (8/5/2018), Trump juga mengulang tuduhan terhadap Iran dan mengumumkan keluarnya Amerika dari JCPOA dan kembalinya sanksi nuklir Iran dalam waktu 3-6 bulan ke depan.
Langkah Presiden Amerika itu spontan memicu protes dari dalam dan luar negeri negara itu. Sekjen PBB, Antonio Guterres mengaku sangat menyesalkan langkah sepihak Trump tersebut.
Presiden Iran, Selasa (8/5/2018) malam pasca pengumuman keluarnya Amerika dari JCPOA, menginstruksikan kementerian luar negeri negara itu untuk melakukan perundingan dengan sejumlah negara Eropa, Rusia dan Cina dalam beberapa pekan ke depan.
Ia mengatakan, jika kepentingan rakyat Iran terjamin, meski dihadang Amerika dan rezim Zionis Israel, Tehran akan bertahan dalam kesepakatan nuklir. (HS)