Uni Eropa dan Kuba Bersatu Hadapi Tekanan AS
-
Mogherini dan Parilla
Uni Eropa dan Kuba memperkuat kerja sama untuk menghadapi tekanan Amerika Serikat dengan menandatangani kesepakatan di bidang energi terbarukan.
Kantor berita Perancis (15/5/2018) melaporkan, Kuba dan Uni Eropa menandatangani sebuah kesepakatan di sektor energi terbarukan yang pada kenyataannya merupakan langkah pemulihan hubungan dalam rangka menghadapi tekanan Washington.
Uni Eropa menandatangani kontrak proyek bernilai 18 juta euro untuk membantu Kuba dan untuk menjamin kebutuhan energi terbarukan hingga tahun 2030.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Eduardo Rodriguez Parrilla, Selasa (15/5/2018) di Brussels mengatakan, Uni Eropa mendukung reformasi ekonomi dan sosial di Kuba.
Mogherini menjelaskan, pertemuan yang menghasilkan penandatanganan kontrak proyek energi terbarukan ini membuktikan bahwa komitmen, dialog dan kerja keras dapat membuahkan hasil yang baik.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa juga mengecam pembatasan ekonomi Amerika terhadap Kuba dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum.
Pemerintah Kuba berharap Uni Eropa bisa membuktikan sikapnya dalam menghadapi kebijakan Presiden Amerika, Donald Trump.
Perundingan Kuba dengan Uni Eropa meliputi lima aspek yaitu pembangunan yang dinamis, menghindari pelanggaran hak asasi manusia dan melawan sanksi sepihak Amerika. (HS)