Unjuk Kekuatan Daesh di Afghanistan
https://parstoday.ir/id/news/world-i57874-unjuk_kekuatan_daesh_di_afghanistan
Kelompok teroris Daesh mengaku bertanggungjawab atas serangan terbaru ke gedung Kementerian Dalam Negeri Afghanistan.
(last modified 2026-05-05T14:48:19+00:00 )
May 31, 2018 12:46 Asia/Jakarta
  • ISIS di Afghanistan
    ISIS di Afghanistan

Kelompok teroris Daesh mengaku bertanggungjawab atas serangan terbaru ke gedung Kementerian Dalam Negeri Afghanistan.

Juru bicara Kemendagri Afghanistan, Najib Danesh mengkonfirmasi serangan teror Daesh itu dan mengatakan, para penyerang masuk ke dalam gedung kemendagrai Afghanistan lewat pintu utama dan keenam teroris akhirnya tewas setelah terlibat baku tembak dengan aparat keamanan.

Dalam kontak senjata antara anasir Daesh dengan aparat keamanan Afghanistan, seorang polisi dan seorang warga sipil terluka. Pasca serangkaian serangan terbaru Daesh di Kabul dan beberapa kota lain, termasuk serangan ke rumah sakit militer, serangan ke gedung kemendagri Afghanistan ini dinilai sebagai unjuk kekuatan Daesh di negara itu.

Keberhasilan anasir teroris Daesh menerobos barikade keamanan di gedung kemendagri Afghanistan, membangkitkan kekhawatiran di antara aparat keamanan negara itu bahwa mungkin saja teroris atau pelaku kekerasan memanfaatkan orang-orangnya di dalam instansi pemerintahan untuk melancarkan teror.

Lebih dari itu, dilakukannya aksi-aksi teror semacam ini di bulan Ramadhan membawa pesan tegas bagi pemerintah Afghanistan bahwa teroris bukan hanya tidak ingin menghentikan aksinya di bulan suci, bahkan dengan menyerang lokasi-lokasi vital, mereka berusaha menaikkan level kekerasannya.

Padahal sebelum Ramadhan, para ulama, politisi dan tokoh Afghanistan meminta Taliban untuk menghentikan serangan berdarah mereka. Di sisi lain, karena sebagian pihak tidak membedakan Taliban dan Daesh di Afghanistan, dan teroris Daesh dianggap sebagai pecahan dari Taliban, maka mungkin saja di antara kedua kelompok ini telah diatur pembagian tugas, meski secara taktik tampak berbeda.

aparat keamanan Afghanistan

Salah seorang pengamat politik di RAND Corporation, Seth Jones mengatakan, sebagian besar anggota Daesh di Afghanistan adalah mantan anggota Taliban. Berbeda dengan kelompok-kelompok teroris asli Afghanistan, seperti Taliban, Daesh tepat menyerang pasukan pemerintah dan gedung-gedung pemerintah.

Banyak orang percaya bahwa ada kekuatan tersembunyi yang sedang bekerja di balik layar di Afghanistan. Kekuatan itu mengarahkan dan memperkuat Daesh sehingga dapat digunakan untuk melancarkan aksi teror terorganisir di negara itu dan pada saat yang sama, memunculkan kekhawatiran terkait transit mereka ke Asia Tengah hingga perbatasan Cina.

Pengamat militer Afghanistan, Jawid Kouhestani menuturkan, Amerika Serikat mendukung Daesh di Afghanistan, dan anasir-anasir kelompok teroris ini masuk ke Afghanistan melalui pelabuhan Karachi, Pakistan dengan bantuan negara-negara Arab.

Beberapa kalangan politik Afghanistan percaya bahwa pemerintah negara ini masih menganggap enteng Daesh yang ada di Afghanistan. Sementara serangan anasir-anasir Daesh ke gedung kemendagri Afghanistan, tidak bisa dibantah, adalah genderang perang bagi pemerintah dan aparat keamanan negara itu.

Serangan-serangan teror terbaru ke beberapa pusat keamanan dan rumah sakit Afghanistan adalah peringatan tegas namun pemerintah Kabul tetap menganggapnya sebagai hal yang tidak terlalu serius, dan hal ini perlu dipertanyakan. (HS)