Menelisik Dua Pemilu Dini Turki
https://parstoday.ir/id/news/world-i59140-menelisik_dua_pemilu_dini_turki
Tahap pertama pemilu presiden dan pemilu legislatif Turki ke-26 akan digelar pada hari Minggu (24/6).
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 23, 2018 15:24 Asia/Jakarta
  • Pemilu Turki
    Pemilu Turki

Tahap pertama pemilu presiden dan pemilu legislatif Turki ke-26 akan digelar pada hari Minggu (24/6).

Lebih dari 56 juta orang akan mendatangi tempat pemungutan suara yang tersebar di berbagai daerah di negara ini untuk memilih presiden dan anggota dewan perwakilan rakyat Turki.

Pada periode pilpres kali ini, enam kandidat akan bersaing memperebutkan posisi presiden. Jika salah seorang kandidat berhasil meraih 50 persen suara suara, maka bisa dipastikan akan menjadi pemenang pilpres.Tapi jika tidak tercapai lima puluh persen, maka akan memasuki putaran kedua.

Petahana, Recep Tayyip Erdogan, yang  telah berkuasa selama 16 tahun, akan bertarung dalam pilpres kali ini dengan rival-rivalnya.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan

Sekitar sebulan lalu, koalisi oposisi menuding pemerintah Ankara dan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) secara sepihak memanfaatkan media nasional untuk kepentingan pemenangan pemilu. Sebelum penyelenggaraan pemilu, masalah ketidakadilan menjadi isu utama di kalangan oposisi pemerintah Turki.

Pemilu hari Minggu menjadi pemilu terpenting sepanjang berdirinya Turki modern sejak dibentuk oleh Mustafa Kemal Atatürk pada 90 tahun silam. Analis politik Turki, Soner Cagaptay dalam tulisannya yang dimuat di  majalah Times, menjelaskan urgensi penyelenggaraan pemilu dini di Turki.

Peneliti Turki ini mengungkapkan, "Warga Turki akan memnberikan suaranya pada hari Minggu, 24 Juni dalam pemilu yang digelar serentak, yaitu pemilu presiden dan parlemen. Berbagai jajak pendapat menunjukkan persaingan ketat dalam pemilu yang akan menjadi peristiwa bersejarah bagi Turki dan juga Presiden negara ini, Recep Tayyip Erdogan,". 

Perubahan dari sistem parlementer menjadi presidensial menjadikan pemilu presiden pertama kali ini sangat penting bagi Turki. Pasca pengumuman hasil penghitungan suara akan ditetapkan presiden hasil sistem presidensial perdana di negara ini. Di saat Erdogan dan AKP menyatakan kesiapannya untuk menjalankan sistem presidensial, seluruh kandidat presiden dari pihak oposisi menegaskan bahwa sistem ini akan memperkuat pencabutan sistem perlementer yang telah dijalankan selama bertahun-tahun.

Tidak diragukan lagi, kunci presiden Turki akan diberikan kepada orang yang paling banyak dipilih oleh rakyat Turki dalam pilpres kali ini. Tampaknya, rakyat Turki menanti sosok presiden yang bisa mengatasi masalah pemulihan kondisi ekonomi, penyelesaian masalah perbankan dan lapangan kerja, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah, dan juga mengatasi kesalahan politik negara ini di kancah regional dan internasional.(PH)