Pertemuan Bersama Cina dan Eropa Lawan Aksi Perdagangan AS
-
Cina-Eropa
Perang dagang Amerika Serikat dengan Cina dan Eropa memasuki fase baru dan perwakilan Uni Eropa serta Cina hari Senin (25/6) menggelar pertemuan untuk lobi dan aksi bersama guna menghadapi kebijakan perdagangan AS.
Uni Eropa dan Cina keduanya termasuk mitra dagang terbesar AS, dan kebijakan serta langkah Presiden AS Donald Trump melalui pendekatan proteksionisme ekonomi khususnya penerapa tafir impor baja dan aluminium serta tarif lain barang impor dari kedua pihak ini telah membangkitkan Beijing dan Brussels.
Dalam hal ini, Liu He, deputi perdana menteri Cina terkait penyelenggaraan pertemuan ekonomi bersama dengan Eropa mengatakan, Cina dan Uni Eropa ingin mensukseskan dialog mereka untuk mencapai kesepakatan bilateral terkait investasi timbal balik. Investasi bilateral Cina dan Uni Eropa merupakan salah satu solusi yang digulirkan untuk melawan perang dagang Amerika terhadap Beijing dan Brussels.
Meski Trump mengklaim bahwa penambahan tarif demi mendukung kepentingan nasional Amerika, namun banyak petinggi Eropa dan Cina menilainya sebagai langkah permusuhan dan tidak dapat dijustifikasi. Menurut pandangan Eropa, langkah Trump ini sama halnya dengan pengobaran perang dagang yang akan menimbulkan dampak yang mengerikan bagi hubungan kedua pihak.
Terkait hal ini, Gareth Stace, Direktur perusahaan baja Inggris menandaskan, “Trump telah menarik senjata terhadap kami dan kini sangat disayangkan bahwa ia mengarahkan senjata tersebut kepada kami dan telah mengobarkan perang dagang yang akan sangat merugikan.”
Langkah Trump anti Cina dan Eropa meski mendapat protes dan perlawanan, namun bukan saja berakhir tapi Trump malah berjanji menaikkan tarif lain bagi barang impor dari Beijing dan Brussels. Di antaranya adalah ancaman Trump menerapkan tarif 20 persen impor mobil dari Eropa dan setelah kenaikan tarif berbagai produk impor dari Cina, kini ia ingin membatasi hubungan perdagangan AS dan Cina,
AS diprediksikan mulai menerapkan tarif 34 miliar dolar produk impor Cina mulai 6 Juli. Ini merupakan proses pertama penerapan tarif terhadap produk impor dari Cina senilai hampir 450 miliar dolar. Selain itu, Amerika juga berencana membatasi penyerahan kepemilikan perusahaan AS yang aktif di sektor teknologi.
Langkah ini jelas upaya Washington membatasi akses Beijing ke teknologi maju dan kian memperluas domain perang dagang antara Cina dan AS.
Kini Eropa dan Cina sepakat berada di satu front melawan AS dan selain mengambil langkah balasan termasuk dengan menerapkan tarif tinggi terhadap produk impor dari AS, juga melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan kerja sama dan hubungan perdagangan serta ekonomi seperti investasi timbal balik.
Dengan eskalasi perlawanan AS terhadap Uni Eropa dan Cina, sepertinya level lobi dan interaksi Brussels dan Beijing semakin meningkat dan volume perdagangan keduanya pun naik. (MF)